Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Erna Farida, EFEKTIVITAS ALAT PENGERING CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) TIPE RAK DENGAN ENERGI KOMPOR MINYAK TANAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2006

Cabai merupakan komoditas yang cukup penting dan sangat dibutuhkan untuk bumbu masakan. cabai merah segar tidak bisa disimpan lebih dari 5 hari tanpa pengawetan, sehingga masyarakat melakukan pengawetan dengan penjemuran langsung di bawah sinar matahari. cara ini masih terdapat kelemahan-kelemahan tehnis. atas dasar fenomena di atas, maka perbaikan terhadap teknologi pengeringan cabai sangat diperlukan, seiring dengan semakin meningkatnya jumlah kebutuhan cabai kering. penelitian terhadap efektivitas alat pengering cabai merah (capsicum annum l) dengan menggunakan energi kompor minyak tanah" dilakukan dalam rangka memperbaiki teknologi pengeringan cabai. bahan bakar yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak tanah. bahan bakar lain dapat pula digunakan misalnya bahan bakar gas, bahan bakar kayu, dan bahan bakar batu bara. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi operasi optimum dari alat pengering cabai merah (capsicum annum l) tipe rak dengan menggunakan energi kompor minyak tanah. penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2006, di laboratorium pasca panen program studi teknik pertanian fakultas pertanian universitas syiah kuala darussalam banda aceh. penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan yaitu ketebalan cabai 2 cm, ketebalan cabai 4 cm dan ketebalan cabai 6 cm. pada setiap perlakuan diukur temperatur bola kering (bk), temperatur bola basah (bb), dan susut bobot per 30 menit. selanjutnya menggunakan grafik psikrometrik dihitung kelembaban relatif (rh). seluruh data ditampilkan dalam bentuk deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi temperatur (t) pada ketiga perlakuan yang diberikan menunjukkan pola yang hampir sama. dalam hal ini nilai t rak 1 dan rak 2 lebih rendah dari nilai t rak 3. t tertinggi pada perlakuan i (ketebalan 2 cm) dicapai pada angka 195,8 f (91 c), t tertinggi pada perlakuan 2 (ketebalan 4 cm ) dicapai pada angka 1952 f (91 c) dan t tertinggi pada perlakuan 3 (ketebalan 6 cm ) dicapai pada angka 198,2 "f (92 "c). selanjutnya distribusi kelembaban relatif (rh) membentuk pola grafik yang sangat beragam. rh terbaik diwakili oleh nilai rh yang rendah, dicapai pada rak 3, yaitu 11% (perlakuan 1), 12% (perlakuan 2) dan 24% (perlakuan 3). distribusi pola rh sangat dipengaruhi oleh design dari sistem pengering, karena secara teoritis nilai rh rendah harus dicapai pada posisi nilai t tinggi. biaya operasional untuk minyak tanah rp. 16.750,-/5 jam untuk ketebalan 2 cm, rp. 26.750,-/8 jam untuk ketebalan 4 cm dan rp. 36.750,-/11 jam untuk ketebalan 6 cm. ketebalan cabai berpengaruh terhadap distribusi rh dalam ruang pengering dan kadar air akhir cabai yang dihasilkan. kandungan vitamin c cabai meningkat tajam yaitu 3x lebih tinggi dari kandungan vitamin c cabai sebelum dikeringkan. perubahan warna, bentuk dan bau bervariasi sesuai dengan ketebalan cabai yang dikeringkan. semakin lama pengeringan, maka perubahan bentuk, wama dan bau semakin nampak, dan susut bobot cabai semakin meningkat.



Abstract



    SERVICES DESK