Abstrak pengaruh polimorfisme forkhead box protein 2 (foxp2) terhadap kemampuan oral-motor pada neonatus kurang bulan sesuai masa kehamilan latar belakang: pemberian makan secara oral pada bayi prematur menjadi perhatian oleh karena pencapaian kemandirian pemberian makan secara oral merupakan salah satu prasyarat bayi pulang dari rumah sakit. bayi prematur yang lahir setelah usia gestasi 32 minggu tanpa komorbiditas gejala berat umumnya tidak mengalami disfagia dan dapat dimulai pemberian makan oral segera setelah lahir, namun sebagian dari bayi tersebut membutuhkan berhari-hari atau berminggu-minggu untuk dapat menguasai keterampilan makan secara oral. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh polimorfisme foxp2 rs17137124 terhadap kemampuan oral-motor pada neonatus dengan kelahiran moderate to late preterm. metode: penelitian ini merupakan studi cross-sectional pada 50 bayi prematur dengan usia gestasi 32-36 minggu. snp foxp2 dilakukan evaluasi dengan pcr-rflp menggunakan enzim restriksi bspti dan konfirmasi dengan dna sequencing. penilaian kemampuan oral-motor dilakukan dengan menggunakan neonatal oral-motor assessment scale (nomas) yang dilakukan dalam 24-48 jam setelah lahir.. uji chi-square digunakan untuk menilai pengaruh polimorfisme foxp2 rs17137124 dengan kemampuan oral-motor. hasil: keseluruhan subjek penelitian dengan usia gestasi 32-36 minggu memiliki kemampuan oral-motor dengan kategori normal pada 15 bayi (30%) dan kategori disorganized pada 35 bayi (70%). genotipe c/c dan c/t dijumpai pada mayoritas subjek penelitian dengan persentase masing-masing sebesar 46% dan 48%. kemampuan oral-motor kategori normal terdapat pada 5 bayi (21.7%) dengan genotipe c/c, 10 bayi (41.7%) dengan genotipe c/t dan tidak dijumpai bayi dengan genotipe t/t pada kategori normal oral-motor. kemampuan oral-motor kategori disorganized terdapat pada 18 bayi (78.3%) dengan genotipe c/c, 14 bayi (58.3%) dengan genotipe c/t dan 3 bayi (100%) dengan genotipe t/t dari keseluruhan 50 bayi moderate to late preterm. kesimpulan: mayoritas subjek penelitian dengan usia gestasi 32 sampai 36 minggu memiliki kemampuan oral-motor dengan kategori disorganized dengan genotipe c/c dan c/t dijumpai pada mayoritas subjek penelitian. tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polimorfisme foxp2 rs17137124 dengan kemampuan oral-motor pada neonatus kurang bulan dengan p value > 0,05 (0,166). kata kunci: polimorfisme, foxp2, kemampuan oral-motor, moderate to late preterm
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
PENGARUH POLIMORFISME FORKHEAD BOX PROTEIN 2 (FOXP2) TERHADAP KEMAMPUAN ORAL-MOTOR PADA NEONATUS KURANG BULAN SESUAI MASA KEHAMILAN. Banda Aceh Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran,2024
Baca Juga : HUBUNGAN KADAR VITAMIN D PADA IBU DENGAN KEHAMILAN TRIMESTER KETIGA TERHADAP KADAR VITAMIN D DAN BERAT BADAN LAHIR NEONATUS YANG DILAHIRKAN (dr. Derevie Hendryan Moulina, 2023)
Abstract
ABSTRACT Role of Forkhead Box Protein 2 (FOXP2) Polymorphism in Oral-Motor Abilities of Appropriate for Gestational Age Premature Infants Background: Oral feeding in preterm infants is a concern as achieving oral feeding independence is one of the prerequisites for hospital discharge. Preterm infants born after 32 weeks gestation without severe symptomatic comorbidities generally do not have dysphagia and can be started on oral feeds soon after birth. However, some infants take days or weeks to master oral feeding skills. This study aimed to analyze the effect of FOXP2 rs17137124 polymorphism and oral-motor ability in moderate to late preterm neonates. Methods: It is a cross-sectional study on 50 preterm neonates with a gestational age of 32-36 weeks. FOXP2 SNP was evaluated by PCR-RFLP using BspTI restriction enzyme and confirmed by DNA sequencing. Oral-motor skills were assessed using the Neonatal Oral-Motor Assessment Scale (NOMAS) 24-48 hours after birth. Chi-square test was used to assess the effect of the FOXP2 rs17137124 polymorphism on oral-motor abilities. Results: Subjects with a gestational age of 32-36 weeks had oral-motor skills in the normal category in 15 infants (30%) and disorganized category in 35 infants (70%). CC and CT genotypes were found at 46% and 48% in most subjects, respectively. Normal oral-motor abilities was found in 5 infants (21.7%) with C/C genotype, 10 infants (41.7%) with C/T genotype and no babies with T/T genotype were found in normal oral-motor category. Disorganized oral-motor ability was found in 18 infants (78.3%) with C/C genotype, 14 infants (58.3%) with C/T genotype, and 3 infants (100%) with T/T genotype out of 50 moderate to late preterm infants. Conclusion: Majority subjects with a gestational age of 32 to 36 weeks had oral-motor abilities in the disorganized category with C/C and C/T genotypes found in most subjects. There was no significant relationship between FOXP2 rs17137124 polymorphism and oral-motor abilities in preterm neonates with p value > 0,05 (0.166) Keywords: Polymorphism, FOXP2, oral-motor ability, moderate to late preterm
Baca Juga : HUBUNGAN USIA KEHAMILAN, PARITAS DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL (PUAN ADZKIA AL ANWARI, 2023)