Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Shafa Farrah Diva, ANALISIS PERBANDINGAN EKONOMI TEKNIK BUDIDAYA PADI DI KABUPATEN ACEH BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI MONTE CARLO. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2024

Sektor pertanian masih menjadi sektor unggulan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di aceh barat salah satunya sektor pangan yaitu komoditas padi. produksi padi di aceh barat dari tahun ke tahun mengalami penurunan diakibatkan karena lahan yang semakin sempit. sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi juga menjadi permasalahan petani di aceh barat. rendahnya minat petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya terkait dengan biaya produksi dan harga pasar yang tidak dapat dikendali. penelitian ini dilakuan di kabupaten aceh barat di tiga kecamatan yaitu kecamatan kaway xvi, samatiga, dan arongan lambale. teknik yang digunakan yaitu quota sampling, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulasi monte carlo. hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa teknik budidaya 3 memberikan peluang kelayakan ekonomi pendapatan petani paling tinggi pada musim rendengan yaitu rp.29.600.000/mt dengan risiko kerugian paling kecil yaitu 2% dan pendapatan bersih tahunan rp. 51.091.500/mt dengan risiko keruigan 5%, sedangkan pada musim gadu teknik budidaya 4 memiliki peluang kelayakan ekonomi pendapatan petani tertinggi yaitu rp.51.667.200/mt namun memiliki risiko kerugian yang lebih besar dibandingan teknik budidaya 3 yaitu 30%. hal ini terjadi karena pada teknik budidaya 3 petani sudah menggunakan bibit yang bersertifikat, melakukan pemupukan secara rutin sesuai dengan dosis yang sudah dianjurkan, dan melakukan penyiangan sebanyak 3 kali, dan belum menerapkan jarak tanam.



Abstract

The agricultural sector is still a leading sector in meeting the food needs of the people in West Aceh, one of which is the rice commodity. Rice production in West Aceh has decreased yearly due to increasingly narrow land. Obtaining subsidized fertilizers is also a problem for farmers in West Aceh. The low interest of farmers in applying good cultivation techniques can be caused by several factors, one of which is related to production costs and market prices that cannot be controlled. This research was conducted in West Aceh District in three sub-districts: Kaway XVI, Samatiga, and Arongan Lambale. The technique used is quota sampling, the analysis method used in this study is the Monte Carlo simulation method. The results showed that cultivation technique 3 provides the highest economic feasibility opportunity for farmers' income in the rendengan season, namely Rp.29,600,000 / MT with the smallest risk of loss of 2% and annual net income of Rp. 51,091,500 / MT with a 5% risk of loss, while in the gadu season cultivation technique 4 has the highest economic feasibility opportunity for farmers' income, namely Rp.51,667,200 / MT but has a greater risk of loss than cultivation technique 3, namely 30%. This happens because in cultivation technique 3 farmers have used certified seeds, fertilized regularly according to the recommended dose, weed 3 times, and have not applied planting distance.



    SERVICES DESK