Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan mata yang penting, studi internasional menunjukkan bahwa sekitar 25% anak usia sekolah memiliki suatu bentuk defisiensi penglihatan dan banyak diantara mereka enggan mengeluhkan masalah tersebut kepada keluarga maupun guru. keterlambatan melakukan koreksi akan sangat mempengaruhi kemampuan menyerap materi pembelajaran dan berkurangnya potensi untuk meningkatkan kecerdasan karena penglihatan merupakan jalur informasi utama dan mengingat sekitar 80% informasi selama 12 tahun pertama kehidupan anak didapatkan melalui penglihatan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran refraksi pada 290 siswa di 3 (tiga) sekolah dasar kecamatan syiah kuala. jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan studi cross sectional. pemilihan sampel dilakukan dengan teknik proporsional stratified random sampling. ketajaman penglihatan diukur menggunakan snellen chart, yang dilakukan oleh refraksionis berpengalaman. hasil penelitian ini menunjukkan 61,0% siswa dengan emetropia dan 39,0% siswa dengan ametropia, yang terdiri dari miopia 34,5%, astigmatisma 4,1%, dan hipermetropia 0,3%. kesimpulan penelitian ini adalah gambaran refraksi pada siswa sekolah dasar di kecamatan syiah kuala dominan memiliki ketajaman penglihatan normal (emetropia). kata kunci: refraksi, siswa sekolah dasar
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN REFRAKSI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : HUBUNGAN KELAINAN REFRAKSI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SMP NEGERI 8 BANDA ACEH (F. Y. Sella Arwida, 2024)
Abstract
Baca Juga : THE ERROR ANALYSIS OF SURFACE STRATEGY IN WRITING (A QUALITATIVE STUDY AT SMP NEGERI 4 BANDA ACEH) (Rezki Nuarta, 2016)