Penyakit paru obstruktif kronik (ppok) adalah kondisi gangguan pernapasan jangka panjang yang utamanya disebabkan oleh paparan asap rokok dalam jangka panjang. merokok merupakan faktor risiko signifikan yang memperparah gejala dan meningkatkan keparahan obstruksi paru. di aceh, tingkat merokok cukup tinggi, dengan 24,01% penduduknya adalah perokok dan rata-rata 16,35 batang rokok dihisap per hari. hal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap tingginya insiden ppok di wilayah tersebut. penelitian ini menggunakan desain observasional analitis dengan pendekatan cross-sectional. data dikumpulkan dari rekam medis pasien ppok, dan wawancara langsung dilakukan dengan menggunakan kuesioner. variabel independen yang diukur adalah derajat obstruksi paru, sedangkan variabel dependen adalah tingkat merokok. obstruksi paru dinilai melalui pengukuran spirometri, dan tingkat merokok dihitung menggunakan indeks brinkman. analisis statistik chi-square digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat merokok dan tingkat obstruksi paru. distribusi responden berdasarkan derajat obstruksi paru dan kebiasaan merokok menunjukkan bahwa, dari total 71 pasien ppok, 42 (59,2%) mengalami obstruksi sedang, sementara 55 (77,5%) merupakan perokok berat. rata-rata usia responden lebih dari 40 tahun, dan sebagian besar pasien merupakan petani atau pekebun. data telah dianalisis menggunakan uji chi-square, yang menunjukkan hasil signifikan secara statistik dengan nilai p kurang dari 0,05, dan terdapat hubungan yang jelas antara jumlah perokok dan tingkat keparahan obstruksi paru. ketika aktivitas merokok seseorang meningkat, maka derajat obstruksi paru juga meningkat. oleh karena itu, penting untuk menerapkan tindakan pencegahan untuk mengatasi kebiasaan merokok, yang merupakan faktor risiko utama ppok.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH DERAJAT MEROKOK TERHADAP OBSTRUKSI PARU PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2024
Baca Juga : HUBUNGAN DERAJAT OBSTRUKSI PPOK DENGAN SIX MINUTE WALK TEST PADA PASIEN PPOK STABIL DI POLI PARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Tri Utomo, 2015)
Abstract
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a long-term respiratory condition primarily caused by prolonged exposure to cigarette smoke. Smoking is a significant risk factor that exacerbates symptoms and increases the severity of pulmonary obstruction. In Aceh, the smoking rate is notably high, with 24.01% of the population being smokers and an average of 16.35 cigarettes smoked per day. This contributes significantly to the elevated incidence of COPD in the region. This study utilized an analytical observational design with a cross-sectional approach. Data were collected from the medical records of COPD patients, and direct interviews were conducted using questionnaires. The independent variable measured was the degree of pulmonary obstruction, while the dependent variable was the extent of smoking. Pulmonary obstruction was assessed through spirometry measurements, and the degree of smoking was calculated using the Brinkman Index. Chi-square statistical analysis was employed to test the relationship between the degree of smoking and the level of pulmonary obstruction. The distribution of respondents based on the degree of pulmonary obstruction and smoking habits revealed that, out of 71 total COPD patients, 42 (59.2%) had moderate obstruction, while 55 (77.5%) were heavy smokers. The average age of the respondents was over 40 years, and most of the patients were farmers or planters. The data were analyzed using the chi-square test, which indicated statistically significant results with a p-value of less than 0.05, There is a clear relationship between the extent of smoking and the severity of pulmonary obstruction. As a person's smoking activity increases, so does the degree of pulmonary obstruction. Therefore, it is essential to implement preventive measures to address smoking, which is the primary risk factor for COPD.