Abstrak penelitian permanfaatan sabut kelapa sebagia bahan baku pembuatan pulp bertujuan untuk mencari kondisi optimum proses de delignisikasi, yaitu pengaruh temperatur pemasakan, waktu pemasakan, dan konsentrasi katalis naoh. kondisi optimum adalah kondisi yang memberikan yield pulp dengan kandungan a selulosa tinggi, sehingga memenuhi syarat sebagai bahan baun pembuatan kertas. proses organosvole adalah proses yang menggunakan larutan emasak etanol dan naoh sebagai katalis pemasakan dilakukan di dalam autoclave, penghilangan lignin (delignifikasi) dilakukan pada konsentrasi etanol tetap yaitu 50% dan rasio larutan pemasak/sabut kelapa 20 : 1 waktu pemasakan (heating-up) 45 menit,, temperatur pemasakan 120, 140 d.a 160’c dan waktu pemasakan diperttahankan 100, 140 dan 180 menit. konsentrasi katalis naoh ditetapkan pada 1%, 3% dan 6% dan berat kering sampel hasil percobaan menunjukkan perolehan pulp teritnggi adalah 66,18% pada temperatur 120’ c. konsentrasi t katalis naoh 1% dan waktu operasi i00 menit. kandungan selosa optimum adalah sebesar 80,48%, pada temperatur pemasakan 160’c waktu pemasakan 140 menit, dan konsentrasi katalis naoh 6% bilangan kappa teringgi didapat sebesar 99,09 pada temperatur pemasakan 120’c waktu pemasakan 100 menit dan konsentrasi katalis i% pulp yang diperoleh dan penelitian ini bias digunakan sebagai pulp kertas kata kunci :sabut kelapa, delignfikasi, organosolv, selulosa
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMBUATAN PULP DARI SABUT KELAPA DENGAN SISTEM ORGANOSOLV. Banda Aceh Fakultas Teknik,2005
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK PULP DARI PELEPAH KELAPA SAWIT DENGAN PROSES ORGANOSOLV DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 60.000 TON/TAHUN (Zulfajri Ery Syahputra, 2016)
Abstract
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK PULP DARI AMPAS TEBU DENGAN PROSES ORGANOSOLV DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 75.000 TON/TAHUN (Linda Hayani, 2017)