Tanaman melinjo (gnetum gnemon l.) merupakan salah satu komoditas tanaman industri yang prospektif untuk dikembangkan di indonesia. secara umum proses pengupasan kulit luar melinjo di masyarakat banyak dilakukan secara manual yaitu dengan menggunakan pisau, sehingga untuk pengupasan dengan kapasitas yang besar masih memakan waktu yang lama. oleh karena itu untuk menjawab permasalahan ini peneliti merancang sebuah mesin pengupas kulit luar melinjo. namun dari hasil pengujian performansi mesin masih ditemukan adanya kekurangan dari mesin, yaitu kurang optimalnya hasil pengupasan. hal ini diduga karena kurang efektifnya dari sistem pengupas dan sistem transmisi daya pada mesin pengupas kulit luar melinjo. oleh karena itu peningkatan kinerja dan efektifitas dari kedua sistem tersebut perlu dilakukan, salah satunya dapat dilakukan dengan cara menganalisis sistem transmisi. mesin pengupas kulit luar melinjo ini menggunakan 7 buah puli dengan berbagai diameter. 3 buah sabuk, 4 buah poros, dan 8 buah bantalan pada sistem transmisi penyalur daya. elcmen mesin tersebut digerakkan dengan menggunakan tenaga penggerak berupa motor bakar bensin 5,5 hp. analisis sistem transmisi pada mesin kulit luar melinjo ini adalah sebagai berikut: (1) besarnya persentase nilai slip dari kesemua puli tidak melebihi 5%, dapat disimpulkan bahwa puli pada mesin pengupas kulit luar melinjo memilki persentase slip yang kecil sehingga tidak banyak kehilangan tenaga (2) rasio kecepatan sudut pada sistem transmisi mesin pengupas kulit luar melinjo ini yaitu pada pada puli a:b = 4:1i. puli c:d= 4: 1. d:e = 2: 1, dan pada puli f:g = 1 :4. rasio perbandingan tersebut sudah dapat dikatakan efektif karena masuk dalam selang perbandingan putaran yang efektif yaitu 1: 1 sampai dengan 1 :7. (3) jarak antara sumbu poros pada mesin pengupas kulit luar melinjo yaitu a-b = 0.36 m. c-e= 0.87 m, dan f-g = 0.24 m. dalam hat ini jarak sumbu poros secara umum tidak memenuhi selang 1,5 sampai 2 kali diameter puli besar, sehingga dapat dikatakan kurang efektif. kecuali jarak sumbu poros pada puli f-g. (4) adapun besar sudut kontak masing-masing puli yaitu, puli a besar sudut kontaknya 0,,179.9°, puli b besar sudut kontak 0p 180°, puli c besar sudut kontak 180°, puli d besar sudut kontak 0o 179.9°, puli e besar sudut kontak 0 180°, puli f besar sudut kontak 0g= 180°, puli g besar sudut kontak 0g . 180°. rata-rata besar sudut kontak dari sabuk pada puli pada mesin pengupas kulit luar melinjo adalah kecil (0= 180°). sehingga dapat dikategorikan kurang baik. (5) panjang bentangan sabuk pada mesin ini sedikit berbeda dengan hasil perhitungan, akan tetapi masih bisa digunakan. (6) ukuran diameter poros pada mesin pengupas melinjo ini sebesar 22 mm merupakan ukuran yang dianggap mampu mewakili seluruh perhitungan yang ada.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS SISTEM TRANSMISI PADA MESIN PENGUPAS KULIT LUAR MELINJO (GNETUM GNEMON L.).. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2010
Baca Juga : DESAIN SISTEM SIRKULASI AIR PADA MESIN PENGUPAS KULIT LUAR MELINJO (GNETUM GNEMON L.) (Asdal, 2024)