Cabai (capsicum annum l.) merupakan salah satu komoditi sayuran yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pangan. namun akibat penggunaan bibit yang tidak bermutu dapat menyebabkan produksi tidak optimal. untuk meminimalkan hal tersebut, perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan bibit cabai pada proses persemaiannya. beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatan mikoriza sehagai perangsang pertumbuhan cabai dan pemberian dosis mikoriza yang tepat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan vigor bibit cabai akibat perbedaan cara aplikasi dan dosis mikoriza serta melihat interaksi antara kedua faktor tersebut. penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan fakultas pertanian universitas syiah kuala darussalam banda aceh, dengan titik koordinat 5'34'01,63" lu dan 9522'23,09" bt dengan ketinggian tempat 3 meter diatas permukaan laut. penelitian ini berlangsung dari bulan juni hingga agustus 2012. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2x5 dengan tiga ulangan. penelitian terdiri dari 2 faktor, faktor pertama yaitu cara aplikasi yang terdiri dari pelapisan benih (seed coating) dan memberi mikoriza ke media tanam, faktor kedua yaitu dosis mikoriza yang terdiri dari do= kontrol, d1= 0.17 g, d2= 0.35 g, d3,= 0.53 g dan d4,= 0.70 g/kotak perkecambahan. tolok ukur yang diamati adalah potensi tumbuh (pt), daya berkecambah (db), kecepatan tumbuh (kcr), keserempakan tumbuh (kst), indeks vigor (iv), tinggi tanaman 14 hst, tinggi tanaman 21 hst, jumlah daun 14 hst, jumlah daun 21 hst dan persentase akar terinfeksi mikoriza. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cara aplikasi berpengaruh sangat nyata terhadap keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, tinggi tanaman 21 hst, jumlah daun 21 hst dan berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah, indeks vigor, tinggi tanaman 14 hst serta berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun 14 hst, persentase akar terinfeksi mikoriza. sedangkan pengaruh dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap kecepatan tumbuh, tinggi tan aman 21 hst, jumlah daun 28 hst dan berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh, keserempakan tumbuh, tinggi tanaman 14 hst serta tidak berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah, indeks vigor dan jumlah daun 14 hst. tidak terdapat interaksi antara cara aplikasi dan dosis mikoriza terhadap viabilitas dan vigor bibit cabai. cara aplikasi terbaik ditemukan pada memberi mikoriza langsung ke media tanam (c2). sedangkan pada taraf perlakuan dosis mikoriza terbaik di jumpai pada dosis 0.53 g/kotak perkecambahan (3).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
VIABILITAS DAN VIGOR BIBIT CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) AKIBAT PERBEDAAN CARA APLIKASI DAN DOSIS MIKORIZA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2013
Baca Juga : UJI SALINITAS TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BEBERAPA VARIETAS BENIH CABAI HIAS (CAPSICUM ANNUM L.) (YUMI MAWADDAH. SKD, 2024)