Jeruk merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan, karena usahatani jeruk ini memberikan keuntungan yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan petani. sebagai komoditas yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sudah selayaknya pengembangan jeruk mendapat perhatian yang besar, mengingat konstribusinya yang besar pada perekonomian nasional. disamping itu, jeruk merupakan buah buahan yang digemari masyarakat baik dalam bentuk segar maupun olahan. karena itu kebutuhan jeruk terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kesadaran akan gizi dan perbaikan pendapatan masyarakat. jeruk bali atau yang lebih dikenal dengan jeruk giri matang merupakan tanaman yang sudah lama di kenal masyarakat provinsi aceh khususnya kabupaten bireuen dan di kembangkan sebagai tanaman pekarangan sejak sebelum kemerdekaan secara turun temurun. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian kelayakan usahatani jeruk giri matang di kecamatan peusangan siblah krueng kabupaten bireuen. adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah usahatani jeruk giri matang di kecamatan peusangan siblah krueng kabupaten bireuen layak untuk dikembangkan, bila ditinjau dari segi teknis dan finansial. penelitian ini dilakukan di kabupaten bireuen, dengan pertimbangan bireuen merupakan sentral produksi jeruk giri matang. objek dari penelitian ini adalah petani jeruk giri matang yang berada di daerah penelitian. ruang lingkup penelitian terbatas pada masalah faktor produksi luas lahan, biaya produksi, tenaga kerja, harga jual dan produksi jeruk, analisis finansial dan analisis sensitivitas serta yang akan dilihat adalah kelayakan usahatani jeruk giri matang. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan alasan area populasi yang cenderung luas dan homogen. metode pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling dengan besar sampel 32 petani. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber, meliputi data primer yaitu diperoleh di lokasi penelitian dan data sekunder yaitu bersumber dari kepustakaan, instansi terkait dan pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan penelitian ini. pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis finansial dengan empat kriteria investasi yaitu net present value, net benefit cost ratio, internal rate ofreturn dan break even point. hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jeruk giri matang di kecamatan peusangan siblah krueng kabupaten bireuen layak untuk diusahakan. hal ini dapat dilihat dari nilai npv > 0, yaitu rp. 78.994.660,- yang berarti penerimaan yang diperoleh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan atau dapat diartikan juga angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah rupiah yang dikeluarkan mampu memberikan keuntungan setelah dikurangi dengan biaya produksi yang dikeluarkan. net b/c ratio > 1 yaitu 5,2. yang berarti bahwa keuntungan yang diperoleh 5,2 kali lipat dari biaya yang dikeluarkan. irr > 18% yaitu sebesar 39, 12% . irr dapat dianggap juga sebagai tingkat keuntungan atas investasi dalam suatu proyek. irr sebesar 39, 12% menunjukkan bahwa irr lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku yaitu 18%. bep < dari umur ekonomis tanaman jeruk giri matang yaitu pada tahun ke- 9 bu lan ke- 8 hari ke- 13. agar dapat menciptakan usahatani yang bersifat komersil, maka dalam peningkatan usahatani jeruk giri matang perlu keterlibatan pengusaha yang bergerak dalam bidang budidaya tanaman maupun pengolahan hasil industri serta pemasaran.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHATANI JERUK GIRI MATANG DI KECAMATAN PEUSANGAN SIBLAH KRUENG KABUPATEN BIREUEN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2010
Baca Juga : EKSISTENSI JEUNGKI DI DESA KUBU KECAMATAN PEUSANGAN SIBLAH KRUENG MATANG GLUMPANG DUA KABUPATEN BIREUEN (Desy Zuriyati, 2014)
Abstract
Baca Juga : METODE EXTREME LEARNING MACHINE (ELM) PADA PREDIKSI TINGGI AIR UNTUK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN AIR SUNGAI (DAS) KRUENG PEUSANGAN (Meri Aznita, 2025)