Abstrak biodiesel sebagai salah satu bahan bakar alternatif yang potensial untuk dikembangkan, dapat diproduksi dari minyak kelapa sawit mentah (cpo) melalui proses transesterifikasi. penggunaan katalis zeolit alam dan caco hasil kalsinasi diharapkan dapat mengurangi biaya produksi biodiesel dari cpo sehingga dapat bersaing dengan harga bahan balak diesel konvensional. proses transesterifiasi dilakukan pada kondisi operasi tekanan 5 barg. temperatur 95 c, waktu 5 operasi jam. variabel yang digunakan yaitu: suhu kalsinasi katalis (300' c, 400'c. dan 500°c), jenis katalis (caco dan zeolit), dan berat katalis (5; 7,5; i0; dan 12,5 gram) serta perbandingan mol minyak kelapa sawit dan etanol (6; l8: dan el0). yield biodiesel yang terbesar didapatkan dari penggeunaan katalis zeolit dengan berat 125 gram dengan perbandingan mol cpo dan etanol e: i0 yaitu scbesar 76,59%. karakteristik biodiesel yang diperoleh secara umum telah memenuhi standar biodiesel (astm ps 12i) yaitu meliputi: viskositas kinematic 6,58 mm2/detik, densitas 0,86 gr/cm3, dan bilangan asam 0,8%. kata kunci: biodiesel, transesterifikasi, minyak kelapa sawit (cpo), zeolit alam,kalsinasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT MENJADI BIODIESEL DENGAN KATALIS CACO3, DAN ZEOLIT HASIL KALSINASI. Banda Aceh Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala,2006
Baca Juga : KINERJA KATALIS HETEROGEN (CAC03, ZEOLIT, TI02 (MERCK) DAN CAO) UNTUK PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT (Faisal, 2024)