Dari hasil simulasi secara lingkar terbuka dapat diketahui bahwa proses yang berlangsung dalam reaktor batch berkarakter tidak linier. hal ini dilcarenal.an realsi berjalan pada keadaan tidak tunak, sehingga proses berlangsung tidak stabil. untuk mengendalikan reaksi tersebut, diperlukan suatu jenis pengendali yang dapat menghasilk.an suatu proses yang lebih baik. berdasark.an hasil penetitian, penggunaan pengendali temperatur dengan temperatur set point 92,5 c terbukti efekxtif pada proses reaksi polimerisasi. pertama-tama dicoba penggunaan pengendali pi konvensional, dengan pengaturan harga a, dan t yang konstan secara rial dan error pada persamaan modelnya. akhirnya didapatlan harga at, (0,5, s) dengan respons proses yang masih terdapat penyimpangan dani harga set point-nya. hal ini karenakan harga integral absolute error (lae) cukup besar yaitu 1653,7. maka alternatif selanjutnya yaitu dengan penggunaan pengendafi pi adapuif dimana harga harga parameter a, dan t yang terskedulkan yaitu at, (1, 5; 1,5, 5; 2, 5), kemudian dimasukkan kedalam persamaan model pengendali pi dan dilakukan pengujian secara trial dan error, sehingga didapatkan respons proses yang lebih baik dari yang konvensional dengan harga iae yang lebih kecil dibandingkan dengan yang konvensional yaitu 1046,9, hel ini berarti penyimpangan dari nilai set point tidal begitu besar dan sekaligus menunjukkan kinerja proses yang lebih baik. kata kunci : reaktor batch, pengendahan proses, pengendali temperatur, pengendali proportional, pengendali adaptif
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN PENGENDALI UNTUK SISTEM REAKTOR BATCH POLIMERISASI. Banda Aceh Fakultas Teknik,2005
Baca Juga : PENGGUNAAN REAKTOR MESOPHILIC TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH DAN PRODUKSI BIOGAS PADA AIR KOLAM BUDIDAYA IKAN LELE (SARBAINI, 2014)
Abstract
Baca Juga : DESAIN SISTEM KONTROL MENJAGA TEMPERATUR PANAS AIR PADA TABUNG REAKTOR KIMIA BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO (AHMAD NOUFAL, 2021)