Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rahmadsyah, PRESIPITASI BERTAHAP LIMBAH CAIR LOGAM MENGGUNAKAN LARUTAN KAUSTIK SODA DAN NAHSO3 SEBAGAI LARUTAN PENGENDAP. Banda Aceh Fakultas Teknik,2005

Industri pelapisan logam merupakan penghasil limbah logam berat. proses hard chrome menghasilkan limbah krom konsentrasi tinggi dalam jumlah besar. limbah cair dari suatu industri pelapisan logam yang diteliti mengandung 75.900 mg1 cr, 777 mgl cu, 18.610 mg/i fe, dan 925 mg1 mn. dilakukan upaya pemisahan logam-logam dengan cara yang sederhana, yaitu pengendapan menggunakan kaustik soda. agar dapat terjadi pemisahan logam-logam yang ada, digunakan metode presipitasi tiga tahap berdasarkan perbedaan kelarutan logam­- logam tersebut pada berbagai ph. karena cr (vi) sulit diendapkan, maka sebelum presipitasi cr (vi) direduksi menggunakan nahso, 40 %. perbandingan volume larutan dan limbah yang baik sebesar i :4. logam cr mengalami kenaikan persen penyisihan dengan meningkatnya volume reduktor. logam cu, fe, dan mn mengalami penurunan persen penyisihan logam dengan semakin besarya volume reduktor. pengaruh volume reduktor terhadap persen penyisihan terutama terjadi pada presipitasi tahap pertama ( ph= 4 ± 0,02 ). persen penyisihan tertinggi untuk logam cr 98,04 % dicapai pada ph 8,2, cu sebesar 99,94 % ( ph8.5),fe sebesar 99,978 %( ph 7), sedangkan mn sebesar 99,5 %( ph 8,8 ). kadar logam cu, fe, dan mn minimum yang tersisa di larutan sebesar 0,5 mg/i, 4 mg/l, dan 0,5 mg/l, sudah memenuhi baku mutu air limbah, sedangkan kadar cr yang masih tinggi (1 .56 0 mg/l) belum memenuhi baku mutu. agar penyisihan cr lebih sempurna, air limbah perlu diencerkan sebelum direduksi. kata kunci : presipitasi bertahap, limbah cair logam (cr, cu fe dan mn),baku mutu, kaustik soda



Abstract



    SERVICES DESK