Masyarakat indonesia telah lama mengenal kerupuk sebagai makanan kecil, jenis makanan ini pada umumnya dikonsumsi sebagai makanan yang mampu membangkitkan selera atau sekedar dikonsumsi sebagai makanan kecil. kerupuk adalah makanan ringan yang bersifat kering dan renyah. salah satu jenis kerupuk yang sudah mulai masuk ke pasaran adalah kerupuk simulasi, yaitu kerupuk yang pada pembuatanya melibatkan proses pengukusan, pengadonan, pembuatan lembaran tipis, pencetakan, pengeringan dan penggorengn. keuntungan pembuatan kerupuk simulasi diandingkan dengan kerupuk tradisional adalah kerupuk simulasi dapat dicetak dengan ukuran dan bentuk sesuai selera. bentuk dan ukuran kerupuk simulasi dapat dibuat seragam, aplikasi bumbu dan pencitarasa lainnya lebih mudah. kadar air dan gula pereduksi dapat diatur. salain satu jenis tanaman holtikultura yang dapat diolah menjadi kerupuk simulasi adalah biji buah nangka (artocarpus heterophyllus). selama ini pemanfaatan biji nangka sebagai produk pangan masih sangat terbatas, biasanya biji nangka hanya dimasak sebagai kolak, direbus atau dibakar. pemanfaatan biji nangka sebagai kerupuk simulasi merupakan diversifikasi adalah biii buah nangka (artocarpus heterophyllus). selama ini pemanfaatan biji nangka sebagai produlc pangan masih sartgat terbatas, biasanya biji nangka hanya dimasak sebngdi kolak, direbus atop dibakar. pemanfaatan biji nangka sebagri kerupuk simulasi merupakan diversiflkasi bahan pangan menjadi sutatu produk yang akan memberikan manfaat dalam peningkatan nilai gunanya dan bernilai ekonomis. salah satu faktor yang paling menentukan mutu kerupuk simulasi adalah proses pengukusan dan pengeringan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh rasio jenis tepung dan konsentrasi bawang putih terhadap mutu kerupuk biji nangka simulasi yang dihasilkan .penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial. faktor t1 = 75%:25%, t2 = 50%:50%, dan t3 = 25%:75%. sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi bawang putih (b) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : b1 = 2%, b2 = 40/a, dan b3 = 6%. kombinasi perlakuan dalam penelitian ini adalah 3 x 3 = 9 (sembilan) kombinasi perlakuan, dengan menggunakan 3 kali ulangan (u) sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. produk kerupuk biji nangka simulasi sebelum digoreng dianalisis rasio pengembangannya. setelah digoreng dianalisis rasio pengembangan, kadar air, kadar pati, kadar abu, uji organoleptik (warna, kerenyahan, dan rasa). hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan rasio tapioka dengan terigu pada kerupuk simulasi biji nangka berpengaruh sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PEMBUATAN KERUPUK SIMULASI BIJI NANGKA DENGAN RASIO JENIS TEPUNG DAN KONSENTRASI BAWANG PUTIH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2010
Baca Juga : UJI KUALITAS KERUPUK BABAT DENGAN PERSENTASE PENAMBAHAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUN, LINN) RNYANG BERBEDA (Sri wahyuni, 2024)