Tanaman kakao akan menghasilkan buah kakao yang didalamnya terdapat biji-biji kakao. melalui proses pascapanen yang meliputi proses pengolahan dan pengeringan, akan dihasilkan biji-biji kakao kering yang siap dikirim ke pabrik pengolah. biji kakao yang umum dikeringkan oleh masyarakat adalah biji kakao non fermentasi dan dikeringkan dengan metode alami atau dengan memanfaatkan sinar matahari. pada penelitian ini dilakukan pengeringan biji kakao non fermentasi dengan berbagai media jernur. penelitian ini bertujuan untuk rnengetahui karakteristik penjemuran biji kakao non fermentasi yang menggunakan beberapa media jemur dengan berbagai ketebalan tumpukan. alat yang digunakan pada penelitian ini adalah lantai jemur semen, terpal, para-para, oven, termometer, solarimeter, timbangan digital dan anemometer. bahan yang digunakan adalah biji kakao yang berasal dari kabupaten aceh utara, aceh timur dan pidie. tahapan penelitian meliputi pengumpulan data dan analisis terhadap kecepatan udara, temperatur, kelembaban relatif, iradiasi surya, penurunan kadar air, uji statistik, laju pengeringan, luas bidang jemur, densitas, angle of repose dan uji warna. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa para-para dengan ketebalan turnpukan 3 cm adalah media yang paling tepat dan efisien untuk mengeringkan biji kakao non fermentasi. data temperatur rata-rata lingkungan pada hari pertama, kedua dan ketiga sebesar 33"c, 35"c dan 37c dengan radiasi surya total pada hari pertama, kedua dan keti.ga sebesar 3146,64 w/m'2, 4209,19 w/m2' dan 5282,56 w/m2. kecepatan udara lingkungan pada hari pertama, kedua dan ketiga adalah sebesar 1,42 m/s, 1, 16 m/s dan 0,83 m/s. untuk angle of repose, sebelum pengeringan nilainya sebesar 34,59" dan setelah dikeringkan turun menjadi 16,88°. sedangkan nilai densitas biji kakao sebelum pengeringan adalah 0,86 g/cm'3 dan setelah mencapai kadar air 7,5% turun menjadi 0,53 g/em'. penurunan kadar air paling cepat terjadi pada biji kakao yang dikeringkan di atas lantai jemur semen dengan ketebalan tumpukan 1 cm, yaitu membutuhkan waktu 20 jam dan yang kering paling lambat adalah biji kakao yang dikeringkan di atas terpal dengan ketebalan tumpukan 3 cm, yaitu membutuhkan waktu 25,5 jam. hasil uji statistik menunjukkan bahwa media jemur dan ketebalan tumpukan biji memiliki pengaruh nyata terhadap lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan biji kakao non fermentasi. uji warna yang dilakukan pada kakao kering menunjukkan angka l rata-rata sebesar 67,03 yang berarti tingkat kecerahannya cukup tinggi. nilai rata-rata a dan b yang diperoleh adalah 16,86 dan 20,57 yang menunjukkan warna coklat kekuningan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENGERINGAN BIJI KAKAO NON FERMENTASI DENGAN BERBAGAI MEDIA JEMUR DAN KETEBALAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2013
Baca Juga : FASILITATOR FERMENTASI DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS BIJI KAKAO (Baihaqi, 2016)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH WADAH FERMENTASI DAN KETEBALAN TUMPUKAN PADA PROSES FERMENTASI TERHADAP KUALITAS BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) (Anggun Welcy Andrianti, 2024)