Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rika Adriaty, PENYIMPANAN BUAH SALAK PONDOH (SALACCA EDULIS) TEROLAH MINIMAL (MINIMALLY PROCESSING) DALAM KEMASAN VAKUM. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2009

Buah salak pondoh (salacca edulis) merupakan salah satu komoditi holtikultura asli indonesia yang memiliki tekstur yang keras dan telah dirintis menjadi salah satu komoditi ekspor indonesia. faktor lingkungan selama penyimpanan berpengaruh terhadap mutu salak pondoh baik mutu fisik maupun kimiawi, sehingga diperlukan metode penanganan buah selama penyimpanan. metode yang dapat digunakan untuk mengurangi laju kerusakan buah-buahan selama penyimpanan, diantaranya dengan suhu dingin, pengendalian dan modifikasi atmosfer, serta penyimpanan bertekanan udara rendah (vakum). penggunaan udara vakum saa t ini juga telah dikombinasikan dengan kemasan plastik dan suhu rendah. kemasan plastik yang biasa digunakan untuk pengemasan buah-buahan adalah polietilen. kombinasi udara vakum dan jenis kemasan polietilen pada penyimpanan penyimpanan, diantaranya dengan suhu dingin, pengendalian dan modifikasi atmosfer, serta penyimpanan bertekanan udara rendah (vakum). penggunaan udrra vahm saat ini juga telah dikombinasilran dengan kemasan plastik dan suhu rendah. kemasan plastik yang biasa digunakan untuk pengemasan buah-buahan adalah polietilen. kombinasi udara vakum dan jenis kemasan polietilen pada penyimpanan buah salak pondok terolah mininal pada suhu rendah diharapkan dapat mengurangi atau meminimalkan laju kerusakan mutu dan memperpanjang umur simpan. penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kemasan udara vakum dan suhu penyimpanan terhadap umur simpan buah salak pondok terolah minimal. analisis meliputi : susut bobot, kadar gula, kadar asam, tekstur dan uji organoleptik yang diamati pada setiap 3 hari sekali hingga konsumen menolak. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial. faktor pertama adalah jenis kemasan yang terdiri alas dua taraf yaitu polietilen jenis lope dan hope. faktor kedua adalah suhu penyimpanan yaitu 10'c, 15"c dan suhu ruang (27-30'c). faktor ketiga adalah lama penyimpanan yaitu : hari ke-0, 3 6, 9, 12, 15 dan i 8. masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. hasil penelitian menunjukkan bahwa buah salak pondoh terolah minimal dalam kemasan vakum mampu bertahan hingga 18 hari penyimpanan, apabila dibandingkan dengan buah buah salak pondoh terolah minimal yang tanpa kemasan vakum hanya mampu bertahan selama 1-2 hari. penyimpanan pada suhu rendah 15"c dalam kemasan vakum lope adalah perlakuan yang mampu menghambat laju kehilangan susut bobot sebesar 9.03%, kadar gula 1.34%, kadar asam 1.94 % dan tekstur 1.34 kg/cm. hasil uji organoleptik terhadap aroma, tekstur, rasa, warna dan kesegaran terhadap buah salak pondoh terolah minim al dalam kemasan vakum, yang paling diminati oleh panelis juga terdapat pada penyimpanan suhu 15oc dalam kemasan vakum lope. dari hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa, variasi suhu dan kemasan vakum berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kadar gula, kadar asam, tekstur dan uji organoleptik, sedangkan hasil uji lanjut duncan 5% pengaruh lama penyimpanan untuk kadar asam tidak berbeda nyata pada kemasan lope dan hope. hasil uji lanjut duncan 5% berbeda nyata untuk susut bobot, kadar gula, tekstur dan uji organoleptik.



Abstract



    SERVICES DESK