Kopi (coffea sp) merupakan salah satu tanaman hasil perkebunan yang dimanfaatkan sebagai salah satu minuman penyegar. tanaman kopi ini memiliki berbagai jenis varietas seperti robusta, arabica, dan liberica. berbagai varietas ini telah ditanam di indonesia dan yang paling tahan terhadap penyakit adalah varietas robusta. kecenderungan kesukaan konsumen terhadap minuman kopi adalah pada kckentalan dan warna yang kuat, hal ini diberikan oleh jenis robusta. minuman kopi sangat digemari oleh masyarakat karena aromanya yang harum, rasanya yang khas, nikmat serta khasiatnya yang dapat memberikan stimulasi penyegaran badan. biji kopi dapat dicampur dengan bahan lain yaitu gula, margarin, dan salah satu biji serelia yang dibenarkan seperti gandum, barley atau jagung. bubuk kopi campuran harus mengandung tidak kurang dari 60% biji kopi dan tidak lebih dari 40% bahan tambahan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi beras dan gula aren pada proses penyangraian biji kopi robusta, untuk mendapatkan bubuk. kopi dengan mutu terbaik. karena akhir-akhir ini harga kopi semakin meningkat, sehingga perlu ada usaha untuk menekan biaya bahan baku agar para produsen bubuk. kopi dapat bertahan. penambahan beras dan gula aren diharapkan dapat memperbaiki rasa dan aroma khas kopi, atau dapat menurunk an biaya bahan baku dengan tanpa menurunkan tingkat kesukaan dan tingkat penerimaan oleh konsumen. konsentrasi gula aren dan beras tidak dianjurkan dalam jumlah banyak agar tidak menghilangkan rasa dan aroma khas kopi. akan tetapi persentase yang optimal belum diketahui. oleh karena itu perlu dilakukan kajian atau penelitian untuk. mendapatkan konsentrasi gula aren dan beras yang dapat diterima oleh konsumen. kunci dari proses produksi kopi bubuk adalah penyangraian. proses ini merupakan tahapan pembentukan aroma dan citarasa khas kopi dari dalam biji kopi dengan perlakuan panas. biji kopi secara alami mengandung cukup banyak senyawa organik calon pembentuk citarasa dan aroma khas kopi (arpah , 1993). penyangraian mempunyai peranan penting dalam proses pengolahan kopi, karena tahap ini ikut menentukan aroma dan rasa kopi. proses penyangraian diawali dengan penguapan air kemudian diikuti terjadinya pirolisis yang mcnycbabkan terjadinya perubahan fisiko kimia. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (ralf) 3x 4 yang terdiri atas dua faktor. faktor pertama yaitu konsentrasi beras yang digunakan (b) terdiri dari 4 level yaitu: b; =0 %,b = 5%, b = 10%, dan b, = 15 % dari berat kopi. faktor kedua adalah konsentrasi gula aren (g) yaitu : g,= 0%, g= 2,5 %, dan g =5% dari berat kopi. dari hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi beras membcrikan pengaruh sang at nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KONSENTRASI BERAS DAN GULA AREN PADA SAAT PENYANGRAIAN TERHADAP MUTU BUBUK KOPI ROBUSTA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2008
Baca Juga : KAJIAN SIFAT FISIK-KIMIA KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA)BERDASARKAN SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN (Windy Antono, 2017)