Berdasarkan keputusan direktur jenderal pengawasan obat dan makanan nomor 00386/c/sk/ii/90 tcntang zal wama tertentu yang dinyatakan sebagai bahan yang berbahaya dalam obat, makanan dan kosmetik, zat wama tersebut salah satunya adalah merah kio (rhodamin b, c.i. food red 15, d&c red no.19). penelitian dilakukan untuk mengetahui adanya penggunaan dan penyalahgunaan zat warna pada produk saos yang beredar di kota banda aceh, adapun zat berbahaya itu adalah rhodamin b.sebelum melakukan penelitian dilaboratorium terlebih dahulu dilakukan pengambilan sampel dibeberapa pasar tradisional di kota banda aceh, yang meliputi lima pasar: peunayong, setui, kampong ateuk, ulee kareng, dan lamnyong. selanjutnya sampel-sampel tersebut diperiksa dengan menggunakan kromatografi kertas (kkt), sebelum dilakukan pemeriksaan dengan kkt terlebih dahulu dilakukan penyebaran kuesioner untuk melihat atau mengetahui tingkat pengetahuan dan pendidikan pedagang dan konsumen di lima pasar yang ada di kota banda aceh. penelitian mengenai pemeriksaan kuantitatif zat pewarna pada saos dengan pemeriksaan laboratorium dan survei yang dilakukan untuk menentukan atau mengetahui zat pewarna yang terkandung dalam sampel saos. data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif survei menunjukan bahwa scbagian besar pedagang kurang dapat membedakan pewarna alami dan sintetis yang diizinkan. pada umumnya pcdagang dan konsumen juga tidak mengetahui efek negatif yang bisa ditimbulkan oleh bebcrapa pewarna sintetis tersebut. selain itu, responden kurang menyadari jika mereka masih rendah dalam hal pengetahuan mengenai pewarna sintetis yang sering digunakan pada saos, hal dibuktikan dari perscntase pcngetahuan respondcn mengcnai pewarna sintetis pedagang dan konsumen yang menjadi responden mengetahui pewarna pada saos ini 20%. pedagang dan konsumen yang dapat membedakan pewarna alami dan pewarna sintetis 15%, untuk pewama yang sering digunakan pada saos responden dapat membedakannya 20%, responden juga mengetahui pewarna sintetis yang tidak aman dikonsumsi yaitu 13%. rendahnya pengetahuan pedagang dan konsumen tcntang pewarna alami dan sintetis serta pewarna yang tidak aman dikonsumsi dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya oleh pendidikan, pengawasan oleh instansi atau dinas yang terkait. hasil survei menunjukkan sebagian besar pedagang dan konsumen berpendidikan, sekolah menengah atas (sma) yaitu 58%, dan sekolah menengah pertama (smp) 23%, dan pengawasan yang dilakukan hanya 28%. analisis dengan kromatografi kertas (kkt) dari 8 sampel merek saos terdapat 6 sampel yang dinyatakan mengandung zat pewarna sintetis, adapun sampel yang menggunakan zar pewama sintetis diantaranya adalah saos merek dena, dua lkan, enak, bandar, saos 888 88 888, ai-fitri, yang mengandung jcnis za t pewarna panceau 4r dan sunset yellow, terkecuali saos dena yang mengandung zat pewarna sintetis jenis allura red, scdangkan saos sasa dan saos abc tidak ditemukannya zat pewama tambahan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PENGETAHUAN KONSUMEN DAN PEDAGANG SAOS SERTA IDENTIFIKASI ZAT PEWARNA MERAH SINTETIS DENGAN METODE KROMATOGRAFI KERTAS DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011
Baca Juga : ANALISIS BAHAN PEWARNA SINTETIS NON PANGAN RHODAMIN B DAN METHANYL YELLOW PADA PRODUK SAUS TOMAT DAN SAUS CABE DI KOTA BANDA ACEH (Ulul Azmi, 2017)
Abstract
Baca Juga : PENGOLAHAN PEWARNA ALAMI DARI KULIT BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) DENGAN TEKNIK CAP DARI KERTAS PADA PRODUK BUSANA (Indah Lisdian, 2023)