Bokasi yaitu pupuk organik yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan bahan organik dengan bantuan mikroorganisme lokal. bokasi dapat dibuat sendiri oleh petani baik untuk kebutuhan sendiri, maupun untuk dijual. namun, permasalahan dalam pembuatan bokasi yaitu komponen dedak scbagai bahan baku bokasi yang memiliki harga lebih tinggi dari bahan baku lainnya, sehingga memberatkan dalam proses produksi. untuk itu, perlu dilakukannya penambahan ampas tahu sebagai substitusi dedak dan tepung tulang ikan untuk memperbaiki ph bokasi. tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengurangi biaya produksi dan memperbaiki mutu bokasi (b) mcmperbaiki nilai ph bokasi dengan penambahan tepung tulang ikan sehingga mcmungkinkan subtitusi dedak dengan ampas tahu pada proporsi ampas tahu yang lebih tinggi. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. faktor i adalah rasio ampas tahu dan dedak (a) terdiri atas empat taraf yaitu: a, = (0:1), a = (1.2), a= (1:1), a (2: i). faktor ii adalah konsentrasi tepung tulang ikan (t) yang terdiri atas tiga taraf yaitu: t, = 0%, t,= 5%, dan t,= 10%. setiap perlakukan diulang sebanyak dua kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. analisis yang dilakukan terhadap bokasi yang dihasilkan meliputi total mikroorganisme (tcc), ph, temperatur, kadar c, kadar n, rasio c/n, kadar air, organoleptik (tekstur, aroma dan wama), dan uji tanaman. hasil penelitian yang terbaik berdasarkan tujuan penelitian adalah a4t3, dimana 2/3 dedak bisa disubstitusi oleh am pas tahu dan dengan penambahan 10% tepung tulang ikan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH RASIO AMPAS TAHU DAN DEDAK SERTA KONSENTRASI TEPUNG TULANG IKAN TERHADAP MUTU BOKASI. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : PENGARUH PROPORSI AMPAS TAHU DAN PENAMBAHAN TEPUNG BATU KAPUR DALAM PEMBUATAN BOKASI (Mirza Alfisyahrin, 2016)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH RASIO DEDAK-URIN SAPI DAN KONSENTRASI MOL TERHADAP MUTU BOKASI (Muhammad Irfan, 2024)