Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Reza Muttaqien, OPTIMASI PENGGUNAAN TENAGA KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR TERPADU PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH TAHAP I. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010

Perencanaan ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya tenaga kerja yang tersedia untuk penyelesaian proyek. tujuan dari perencanaan ini adalah mengoptimalkan kebutuhan tenaga kerja dengan mengurangi fluktuasi jumlah tenaga kerja pada pelaksanaan proyek pembangunan kantor terpadu pemerintah kota tahap i banda aceh di banda aceh. setiap jenis pekerjaan membutuhkan waktu dan jumlah tenaga kerja yang tidak sama, biasanya di dalam pembangunan suatu proyek dibatasi oleh tenaga kerja yang terbatas. permasalahan yang akan dibahas pada penulisan ini adalah tentang mcngkaji lebih lanjut tentang penjadwalan dengan menggunakan metode critical path method (cpm) dan metode trapesium untuk penggunaan tenaga kerja periode puncak dalam proyek konstruksi. perencanaan ini dimulai dengan menguraikan komponen pekerjaan, menentukan durasi kegiatan dan memperkirakan jumlah tenaga kerja tiap item pekerjaan berdasarkan analisa sni­ 2002 yang digunakan oleh kontraktor, dilanjutkan dengan penentuan jaringan kritis dan float jaringan kerja dari kegiatan proyek. proses perancangan jadwal (cpm) dan perhitungan tenaga kerja periode puncak menggunakan metode trapesium. menggunakan metode jaringan kerja yaitu critical path method histogram tenaga kerja digunakan untuk mengetahui profil tenaga kerja harian proyek serta fluktuasi jumlah penggunaan tenaga kerja dan melakukan pemerataan jumlah tenaga kerja menggunakan metode dengan menggeser aktivitas-aktivitas trial and error non kritis dalam waktu tenggang yang tersedia. karena pemerataan tenaga kerja hanya diterapkan pada aktivitas-aktivitas non kritis, lintasan kritis tetap tidak diganggu, dan durasi proyek tidak berubah. perancangan dibuat dalam jadwal dua alternatif alokasi tenaga kerja yaitu alternatif i dimana kegiatan non kritis dijadwalkan seawal mungkin dan alternatif ii dimana kegiatan non kritis dijadwalkan selambat mungkin menggunakan metode cpm, kebutuhan tenaga kerja periode puncak menurut metode trapesium untuk tahap konstruksi adalah 171 orang terjadi pada hari ke 45. hasil yang diperoleh adalah pada alternatif i periode puneak adalah pada hari ke-147 sampai hari ke-148, dengan jumlah tenaga kerja 192 orang pada alternatif ii, diperoleh periode pancak pada hari ke 191, jumlah tenaga kerja sebanyak 173 orang. setelah dilakukan pemerataan diperoleh jumlah tenaga kerja periode puncak i53 orang pada hari ke 175. kesimpulan yang diperoleh adalah jumlah tenaga kerja periode puncak yang paling minimum setelah pemerataan dilakukan dengan mencoba menggeser beberapa kegiatan non kritis yaitu 153 orang pada hari ke-175, jumlah tersebut adalah yang paling minimum diperoleh dari batasan tenaga kerja periode puncak metode trapesium yaitu 171 orang. namun periode puncak yang terjadi tidak memenuhi periode metode trapesium yaitu pada hari ke-45 karena perubahannya sangat tergantung pada urutan kegiatan setelah pemerataan dilakukan dengan menggeser beberapa kegiatan non kritis.



Abstract



    SERVICES DESK