Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Eka Noviana, PERENCANAAN JADWAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG UNSYIAH-TAIWAN ICT CENTER BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2011

Perencanaan ini bertujuan untuk mendapatkan jadwal pelaksanaan waktu yang optimal. jadwal yang dihasilkan dalam perencanaan ini lebih efektif dan efisien berdasarkan analisis logika ketergantungan jaringan kerja dalarn batasa n waktu kontrak kerja proyek. perencanaan jadwal dilakukan dengan metode cpm (critical path method). cpm digunakan karena dapat memperlihatkan hubungan ketergantungan antar kegiatan secara jelas. proses penjadwalan mencakup pengurutan komponen pekerjaan , penentuan durasi, penentuan jumlah tenaga kerja tiap pekerjaan, penentuan ketergantungan antar kegiatan, penyusunan jaringan kerja dalam bentuk cpm, melakukan hitungan maju dan hitungan mundur, identifikasi jalur kritis dan ada pekerjaan yang di dummykan. keunggulan dari cpm adalah dapat memperlihatkan hubungan ketergantungan antar kegiatan dengan jelas dan memungkinkan kegiatan boleh dimulai sebelum kegiatan yang mendahului selesai i 00 persen. waktu tcnggang kegiatan (activity float) adalah jangka waktu yang merupakan ukuran batas toleransi keterlambatan kegiatan. dengan ukuran ini dapat diketahui karakteristik pengaruh keterlambatan terhadap penyelenggaraan proyek terhadap pola kebutuhan waktu dalam penyelesaian proyek. hasil yang diperoleh dari perencaan ini adalah kurva s yang digambarkan dengan bagan balok menginformasikan waktu untuk pelaksaan pekerjaan yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan proyek. berdasarkan perencanaan jadwal yang dilakukan diperoleh durasi 289 hari mendapatkan kurva s berdasar nunnaly (2007). tenaga kerja direncanakan untuk menghitung waktu yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek tersebut. dan analisa kurun waktu yang telah dibandingkan dengan perencanaan akan digunakan untuk pengendalian jadwal. (critical path method) cpm merupakan suatu alternatif yang lebih cocok bila dalam jaringan itu terdapat banyak kegiatan yang tumpang tindih. untuk sistem pemantauan dan pengendalian disamping memerlukan perencanaan yang realistis sebagai tolak ukur pencapaian sasaran. dengan demikian akan terlihat bila terjadi penyimpangan antara rencana dan kenyataan, serta mendorong untuk mencari sebab-sebabnya.



Abstract



    SERVICES DESK