Abstrak prancangan pabrik sabun padat ini menggunakan bahan baku utama stearin dan natrium hidroksida. proses produksi secara keseluruhan menggunakan proses kontinyu dan melibatkan proses persiapan bahan baku, saponifikasi, pemisahan gliserol, pencucian dan penetralan ph, pemisahan alkali, pencampuran bahan dan pencetakan dan finishing sabun. proses ini berlangsung 330 hari pertahun. bentuk perusahaan yang direncanakan adalah perseroan terbatas (pt) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf. kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini mencapai 108 orang. lokasi pabrik direncanakan di daerah perbaungan, kabupaten deli serdang, sumatera utara, dengan luas tanah 35.000 m. surober air untuk pabrik sabun padat ini berasaj dari sungai ular danuntuk memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari generator dengan daya 782,92 i kw. hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut : a. fixed capital investment :rp. 185.008.704.176, b. working capital investment :rp. 32.648.594.855, c. total capital investment :rp. 217.657.299.031, d. total biaya produksi :rp. 162.046.443.312, e. hasil penjualan : rp. 218.703.434.400, f. laba bersih :rp. 42.492.734.3 16, g pay out time (pot) : 3,6 tahun h. break even point (bep) :41% i. rate of return (ror) : 20% berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik sabun padat dari stearin dan natrium hidroksida ini layak dilanjutkan ke tahap konstruksi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PRARANCANGAN PABRIK SABUN PADAT DARI STEARIN KELAPA SAWIT (PALM OIL STEARIN) DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU 30.000 TON/TAHUN. Banda Aceh Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala,2013
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK VANASPATI DARI STEARIN DENGAN KAPASITAS BAHAN BAKU CPO 305 RIBU TON/TAHUN (Tri Susanti Kesuma Dewi, 2014)
Abstract
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK SABUN MANDI CAIR DARI REFINED BLEACHED DEODORIZED PALM STEARIN (RBDPS) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 45.000 TON/TAHUN (Fariz Hafdiansyah, 2018)