Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan ragi tape tradisional dan ragi roti terhadap produksi dan kualitas minyak kelapa murni, virgin coconut oil (vco). pembuatan vco dilakukan di laboratorium mikrobiologi fakultas matematika dan llmu pengetahuan alam universitas syiah kuala banda aceh, sedangkan analisis kualitas dilaksanakan di laboratorium kimia balai riset standardisasi industri dan perdagangan (baristand indag) banda aceh dan laboratorium pengujian departemen teknologi industri pertanian ipb. penelitian ini berlangsung sejak bulan september 2006 sampai januari 2007. penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang terdiri atas dua perlakuan yaitu : konsentrasi bibit ragi tape tradisional (a) dan bibit ragi roti (b) yang diinokulasikan ke dalam krim santan, masing-masing sebanyak 10%. pengamatan dilakukan terhadap produksi dan kualitas vco dari masing-masing perlakuan a dan b. hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produksi dan kualitas dari kedua vco yang dihasilkan. vco a menghasilkan rendemen 14,5%, bilangan iod 1,60 g iod/100 g sampel, bilangan penyabunan 254,1 mg koh/g sampel, bilangan asam lemak bebas 0,46%, kadar asam laurat 44,23%, indeks refraksi 1,4482 dan kadar air 0, 13%, sedangkan vco b menghasilkan rendemen 18%, bilangan iod 1,81 g iod/100 g sampel, bilangan penyabunan 248,25 mg koh/g sampel, bilangan asam lemak bebas 0.10%, kadar asam laurat 43,63%, indeks refraksi 1,4476 dan kadar air 0,11%. kata kunci : ragi tape tradisional, ragi roti, minyak kelapa murni (vco), produksi, kualitas
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN RAGI TAPE TRADISIONAL DAN RAGI ROTI TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS MINYAK KELAPA MURNI ( VIRGIN COCONUT OIL). Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2007
Baca Juga : PROSES PENGOLAHAN MINYAK KELAPA MURNI SECARA ENZIMATIS (Zafrullah, 2025)
Abstract
Baca Juga : OPTIMASI PROSES PEMBUATAN MINYAK SIMPLAH, MINYAK PLIEK U DAN PLIEK U DENGAN VARIASI JENIS STARTER CULTURE DAN LAMA FERMENTASI (DAHAN KURNIA ALFIATI, 2019)