Pengusahaan lahan untuk tujuan pertanian yang kurang mengindahkan aspek lingkungan akan meningkatkan erosi yang pada akirnya akan meningkatkan potensi terbentuknya lahan kritis. usaha pengawetan tanah dan air dapat dilakukan dengan penggunaan tanah sesuai dengan kemampuannya. kegiatan konservasi di lahan kritis merupakan langkah konstruktif yang dapat meningkatkan fungsi lahan untuk berproduksi sehingga potensinya dapat dioptimalkan kembali. salah satu kegiatan konservasi dalam mengindahkan erosi tanah yaitu dengan adanya penambahan kotoran ternak untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah yang sangat penting untuk kesuburan tanah dan mampu perbaikan sifat fisik tanah tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penambahan kotoran ternak terhadap laju aliran permukaan dan tingkat erosi tanah yang disimulasikan pada beberapa tingkat kemiringan tanah dengan menggunakan rainfall simulator. penelitian ini dilakukan di laboratorium fisika tanah, jurusan ilmu tanah, fakultas pertanian universitas syiah kuala. penelitian ini berlangsung pada bulan maret 2010 sampai april 2010. perangkat rainfall simulator terdiri dari plot rainfall yang berbentuk trapesium dengan luas 0,06 m'. dalam penelitian ini kotoran ternak dengan berat 0 gr. 150 gr, 300 gr. dan 500 gr dicampur ke dalam tanah yang akan dimasukkan ke dalam masing-masing plot untuk kemudian disimulasikan pada beberapa tingkat kemiringan yaitu 10 %, 20 %, 30 % dan 40 %. adapun parameter yang diamati adalah volume aliran pennukaan yang yang tertampung pada kolektor /penampung selama i5 menit. besarnya erosi dihitung dengan menimbang tanah yang terangkut akibat aliran permukaan berdasarkan berat kering serta pengaruh penambahan kotoran ternak terhadap bahan organik tanah terhadap limpasan permukaan dan erosi yang terjadi. hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar pemberian kotoran ternak pada tanah maka semakin kecil aliran permukaan yang terjadi, dimana persentase pengurangan limpasan permukaan terkecil adalah pada pemberian kotoran ternak sebesar 500 gr yang mampu mengurangi limpasan permukaan sebesar 38,87 %. pengaruh penambahan kotoran ternak terhadap erosi yaitu semakin besar pemberian kotoran ternak maka semakin kecil erosi yang terjadi. hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan kotoran ternak sebesar 500 gr dapat memperkecil tingkat erosi yang terjadi sebesar 59,10 %. hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin curamnya suatu lereng pada tanah maka semakin besar aliran permukaan yang terjadi, dimana rata-rata aliran perrnukaan yang terjadi sebesar l 5,52 liter/menit pad a kemiringan i 0%. untuk kemiringan lereng 20% dan kemiringan lereng 30% masing-masing memiliki rata-rata aliran permukaan sebesar 17,90 liter/menit dan 19.72 liter/menit. sedangkan pada kemiringan lereng 40% memiliki rata-rata aliran permukaan yang terbesar yaitu sebesar 22,50 liter/menit. pengaruh kemiringan terhadap erosi yaitu semakin curamnya suatu lereng maka semakin besar erosi yang terjadi, dimana rata-rata erosi yang terjadi sebesar 60,97gr pada kemiringan 10%. untuk kemiringan lereng 20% dan kemiringan lereng 30% masing-masing memiliki rata-rata erosi sebesar 97,12 gr dan 125,45 gr. sedangkan pada kemiringan lereng 40% memiliki rata-rata erosi yang terbesar yaitu sebesar 187,85 gr.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DAMPAK PENAMBAHAN KOTORAN TERNAK TERHADAP LAJU ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI TANAH PADA BEBERAPA KEMIRINGAN TANAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011
Baca Juga : DAMPAK PEMBERIAN SERBUK GERGAJI TERHADAP LAJU ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI TANAH (Aulianur Akbar, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENERAPAN UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION (USLE) UNTUK MENGKLASIFIKASIKAN TINGKAT BAHAYA EROSI (STUDI KASUS: DAS KRUENG PASE, KABUPATEN ACEH UTARA) (SALMAN AL FARISI, 2024)