Irigasi secara umum didefinisikan sebagai pemberian air kedalam tanah untuk pertumbuhan tanaman. salah satu irigasi yang pengoperasiannya relatif lebih mudah, memerlukan tekanan yang relatif kecil dan memungkinkan dibuat dari bahan lokal adalah irigasi tetes. irigasi tetes adalah pemberian air dengan cara meneteskan secara perlahan-lahan diatas atau dibawah permukaan tanah. kehilangan tekanan akibat gaya gesek disepanjang lateral yang mengakibatkan terjadinya variasi keseragaman debit keluaran emitter merpakan permasalahan yang sering ditemui dalam sistem irigasi tetes. penelitian ini dilakukan yang bertujuan menghitung besarnya head loss emitter sepanjang pipa lateral, mengetahui pengaruhi debit keluaran emitter terhadap tekanan operasi, diameter pipa dan perlakuan pada sepanjang pipa lateral. penelitian ini menggunakan emitter tipe selang kecil yang berdiameter 1.6 mm. data yang diambil yaitu data debit emitter menggunakan rancangan acak lengkap (ral) yang terdiri atas tiga taraf yaitu: p,= 4 psi, p = 6 psi dan p, = 8 psi. serta menggunakan pipa yang berdiameter d, = inchi, d, = % inchi dan d, = i inchi. kombinasi perlakuannya adalah 3x 3= 9 dengan menggunakan 3 kali penggulangan, sehingga diperoleh 27 percobaaan. sedangkan untuk mendapatkan head loss digunakan persamaan darcy-weisbach : h;= 6,377fldq . dari data yang kita dapat semakin besar tekanan yang dihasilkan maka debit keluaran emittemya semakin besar. hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan tekanan akan cendcrung mcningkatkan debit rata-rata emitter, sesuai dengan pendapat bemuth dan solomon (i 986) serta pendapat keller dan karmeli (1975). semakin besar diameter pipa yang digunakan maka semakin besar debit keluaran emitternya. semakin besar diameter dan tekanan yang dipakai maka semakin besar debit keluaran emittemya hal ini sesuai dengan pcndapat keller karmeli yaitu hubungan linier antara debit dengan tekanan pada keluaran emitter. pada kehilangan tekanan head loss, semakin besar perlakuan yang igunakan maka head loss yang dihasilkan semakin kecil, hal ini disebabkan gesekan yang terjadi sepanjang pipa lateral dan hal tersebut menyebabkan variasi tekanan sepanjang pipa lateral. untuk koefisien keseragaman, emitter yang digunakan memenuhi standar ketetapan untuk irigasi tetes yaitu cu yang dihasilkan sebesar 91,2 % dengan menggunakan persamaan cristiansen.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS HEAD LOSS EMITTER SEPANJANG PIPA LATERAL PADA SISTEM IRIGASI TETES. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007
Baca Juga : ANALISIS HEAD LOSS PADA SISTEM PERPIPAAN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN (Nurul Fatayat, 2022)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH TINGGI MUKA AIR DAN JUMLAH EMITTER TERHADAP KOEFISIEN KESERAGAMAN IRIGASI TETES SISTEM GRAVITASI (Edi Sukrisna, 2024)