Implementasi otonomi daerah adalah sebagai format kebijakan yang diharapkan mampu memecahkan problema keuangan pemerintah pusat, karena sebelum era otonomi daerah diberlakukan, sumber daya keuangan pemerintah daerah tergantung kepada kemampuan keuangan pusat. implementasi otonomi daerah tersebut diawali dengan diberlakukann ya uu no. 22 dan 25 tahun 1999. dalam perkembangannya, kebijakan otonomi daerah melalui uu no. 22 dan 25 tahun 1999 dinilai, baik dari segi kebijakan maupun segi implementasinya, terdapat sejumlah kelemahan. oleh karena itulah kebijakan tersebut mengalami revisi yang akhimnya menghasilkan uu no.32 dan 33 tahun 2004 yang tujuannya untuk mengurangi dampak negatif dan menambah manfsat positif dari otonomi dacrah sebagai salah satu agenda utama reformasi serta untuk membangun tata pemerintahan yang baik. untuk pemerintah aceh, dengan otonomi daerah diharapkan agar pemerintahan lebih bebas dalam mengelola keuangannya sendiri dan iebih efisien lagi dalam mengatur sumber daya keuangan pemerintahan. penelitian ini dilakukan pada pemerintah provinsi aceh (pemerintah acch). dalam penelitian ini menggunakan data primer yaitu : data yang secara langsung diperoleh dari pemerintah aceh mengenai data keuangan yang digunakan untuk mcngukur kinerja keuangan yakni data laporan keuangan pemerintah aceh dalam bentuk laporan anggaran pendapatan dan belanja aceh (apba) dan laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja aceh (rapba) selama lima tahun (2005-2009). analisis data dilakukan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan pemerintah aceh setelah diterapkannya revisi uu tentang otonomi daerah, uu no. 32 dan 33 tahun 2004 hasil penelitian secara umum menunjuklan perbedaan-perbedaan penting dalam pencapaian kinerja keuangan pemerintah aceh sesudah otonomi daerah. kinerja keuangan diukur dengan rasio-rasio keuangan. untuk rasio tingkat kemandirian dan rasio kemampuan pembiayaan, kinerja keuangan pemerintah acch menunjukkan hasil yang belum stabil karena masih mengalami persentase naik turun terhadap hasil perhitungannya, rasio efektivitas menunjukkan hasil yang kurang efektif dan rasio efisiensi menunjukkan kinerja keuangan yang efisien karena pemerintah aceh berhasil merealisasikan pendapatan asli daerah yang tinggi dengan biaya yang kecil. kata kunci : otonomi daerah, kinerja keuangan, rasio tingkat kemandirin, rasio efektivitas dan efisiensi pad, dan rasio kemampuan pembiayaan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS TINGKAT KEMANDIRIAN, EFEKTIVITAS, EFISIENSI, DAN KEMAMPUAN PEMBIAYAAN KEUANGAN PEMERINTAH PROVINSI ACEH SETELAH DITERAPKANNYA REVISI UU TENTANG OTONOMI DAERAH, UU NO. 32 DAN 33 TAHUN 2004 (STUDI KASUS PADA PEMERINTAH PROVINSI ACEH TAHUN 2005-2009). Banda Aceh Fakultas Ekonomi,
Baca Juga : ANALISIS KEMANDIRIAN DAN EFEKTIVITAS KEUANGAN DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI ACEH (AMELIA SOVIANA, 2021)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI ACEH TAHUN 2015-2017 (Muarif, 2019)