Penelitian ini berkaitan dengan persepsi masyaralat aeh barat terhadap tokoh pahlawan teuku umar. tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengaruh tempat tinggal terhadap persepsi masyarakat aceh barat terhadap tokoh pahlawan teuku umar , pengaruh umur terhadap perepsi masyarakat aceh barat terhadap tokoh pahlawan teuku umar, pengaruh jenis kelamin terhadap persepsi barat masyarakat aceh terhadap tokoh pahlawan teuku umar dan pengaruh pendidikan terhadap persepsi masyarakat aceh barat terhadap tokoh pahlawan teuku umar . penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsi analisis. subjek dalam penelitian ini adalah tiga kecamatan barat di aceh yaitu kecamatan panton reu, johan lambalek. pahlawan dan arongan untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan teknik angket. setelah data diolah terkumpui, selanjutnya dengan menggunakan rumus persentas hasil penelitian menunjukkan bahwa tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap aceh barat persepsi masyarakat terhadap tokoh pahlawan teuku umar , karena mereka memiliki persepsi yang berbeda-beda umur kurang berpengaruh terhadap persepsi masyarakat aceh barat mereka tidak terhadap teuku umar . karena memiliki perbedaan pendapat mengenai tokoh pahlawan teuku umar . jenis kelamin kurang berpengaruh terhadap persepsi masyarakat aeh barat terhadap teuku umar , mereka karena mereka sama-sama berpersepsi terhadap teuku umar dan tidak berpandangan negatif terhadap sosok kepemimpinannya. pendidikan sangat berpengaruh terhadap persepsi masyarakat aceh barat terhadap teuku umar, terutama yang berpendidikan sma, karena pandangan mereka berbeda-beda kata kunci : persepsi, masyarakat, teuku umar
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERSEPSI MASYARAKAT ACEH BARAT TERHADAP TOKOH PAHLAWAN TEUKU UMAR. Banda Aceh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,2011
Baca Juga : KIPRAH CUT NYAK DHIEN DALAM PERANG BELANDA DI ACEH 1873-1908 (Sri Hastuti, 2024)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS STRUKTUR DAN UNSUR KEBAHASAAN TEKS BIOGRAFI PAHLAWAN DARI ACEH (Ayu Wulandari, 2021)