Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Astari Chairunnisa, PENGARUH EKSTRAK DAUN CEREMAI (PHYLLANTHUS ACIDUS (L.)SKEELS) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA RNTIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS)RN(PEMERIKSAAN HISTOLOGIS TERHADAP JUMLAH RNFIBROBLAS PADA HARI KE-7). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2015

Nama : astari chairunnisa program studi : kedokteran gigi judul : pengaruh ekstrak daun ceremai (phyllanthus acidus (l.) skeels) terhadap penyembuhan luka tikus wistar (rattus norvegicus) (pemeriksaan histologis terhadap jumlah fibroblas pada hari ke-7) luka adalah terganggunya struktur normal dari suatu struktur tubuh. saat terjadi luka, tubuh merespon untuk penyembuhan luka. kolagen diperlukan untuk memperbaiki kerusakan dan meregenerasi jaringan tersebut. fibroblas adalah sel jaringan ikat yang berperan mensintesis dan mendepositkan kolagen yang diperlukan untuk penyembuhan jaringan. daun ceremai adalah salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. senyawa aktif dalam daun ceremai diketahui dapat membantu penyembuhan luka. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun ceremai (phyllanthus acidus (l.) skeels) terhadap penyembuhan luka tikus wistar (rattus norvegicus) (pemeriksaan histologis terhadap jumlah fibroblas pada hari ke-7). 10 ekor tikus jantan dengan berat 200-300 gram dan usia 8-12 minggu dibagi ke dalam 2 kelompok, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. perlukaan dibuat pada gingiva bagian labial dengan blade dan scalpel sepanjang 5 mm dengan kedalaman mencapai tulang alveolar. pada kelompok perlakuan diaplikasikan ekstrak daun ceremai secara topikal 2 kali sehari selama 7 hari. pada kelompok kontrol diaplikasikan akuades. selanjutnya diamati secara histologis. hasil rata-rata jumlah fibroblas pada kelompok kontrol adalah 20,4±1,3. pada kelompok perlakuan adalah 31,0±3,3. hasil analisis uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa ekstrak daun ceremai mempengaruhi jumlah fibroblas pada luka gingiva tikus wistar secara histologis dengan nilai signifikansi yakni 0,001 (p



Abstract



    SERVICES DESK