Adanya perubahan secara global dalam kehidupan masyarakat telah menjadikan wanita sebagai tenaga kerja yang terjun diberbagai kegiatan ekonomi. peran wanita sebagai ibu rumah tangga, pengurus dan pendidik anak tetap dipertahankan dan saling mendukung dengan kegiatan mereka dalam mencurahkan waktu untuk bekerja. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar faktor umur, status perkawinan, jumlah tanggungan, pendidikan, serta pendapatan wanita itu sendiri mempengaruhi curahan jam kerja wanita sektor informal pada pedagang hortikultura di kota banda aceh. penelitian ini dilakukan di tempat yang menjadi pusat perdagangan hasil hortikultura di wilayah kecamatan baiturrahman clan kecamatan ulee kareng yaitu di pasar peunayong dan pasar sp. tujuh ulee kareng. jumlah sampel secara keseluruhan adalah 40 orang pedagang hortikultura yang terdiri atas 20 orang di keeamatan baiturrahman dan 20 orang di kecamatan ulee kareng. model analisis yang digunakan ini adalah dalam penelitian persamaan linier berganda dengan menggunakan data primer dan data sekuoder. berdasarkan hasil estimasi faktor yang dominan mempengaruhi bertambahnya atau berkurangnya curahan jam kerja wanita pedagang hortikultura di kota banda aceh adalah status perkawinan, jumlah tanggun gan dan tingka t pendidikan. sedangkan untuk faktor lainnya seperti umur dan pendapatan wanita itu sendiri ikut mempengaruhi curahan waktu kerja wanita pedagang hortikultura tetapi dengan pengaruh yang kecil yang disebabkan karena umur dan pendapatan wanita sendiri tidak itu menjadi suatu alasan yang utama untuk seorang wanita meluangkan waktu uotuk bekerja. dari basil estimasi keseluruhan variabel, analisis estimasi variabel yang sesuai dengan hipotesis adalah variabel umur, status perkawinan, jumlah tanggungan , dan tingkat pendidikan. sedangkan perubahan peningkatan variabel pendapatan akan menguraogi jam kerja wanita pedagang hortikultura, hal ini bertolak belakang dengan hipotesis dikarenakan mereka bekerja pada pekerjaan yang tidak mereka sukai. berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mengatasi persoalan perekonomian masyarakat kota banda aceh untuk usaha-usaha kecil khususnya para pedagang hortikultura wanita diharapkan kepada pemerintah untuk memperhatikan masyarakatnya dari yang berumur diatas usia kerja yang masih terus bekerja dikarenakan memiliki resiko kecelakaan kerja yang besar. pemerintah clan lembaga bantuan usah a keeil hendaknyalah dapat memberikan penyuluhan kepada para pedagang hortikultura seberapa pentingnya peminjaman modal usaha (kredit) serta memperhatikan lokasi-lokasi dimana dimungkinkan untuk berdagang dengan menganut pola tata ruang yang lebih tleksibel, tidak kaku, sehingga meminimalkan penggusuran-penggusuran atau penertiban-penertiban.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DETERMINAN CURAHAN JAM KERJA WANITA SEKTOR INFORMAL DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS PADA PEDAGANG HORTIKULTURA). Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2010
Baca Juga : DETERMINAN JAM KERJA PARA PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI KABUPATEN PIDIE (STUDI KASUS: PEDAGANG PASAR) (Maulizar Sari, 2020)
Abstract
Baca Juga : DINAMIKA EKONOMI SEKTOR INFORMAL DI KOTA BANDA ACEH (Hafia Febina, 2017)