Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rizal, PENGARUH PEMBERIAN JERAMI TERHADAP KAPASITAS KERJA TRAKTOR DARI BERBAGAI TINGKAT LINTASAN PADA LAHAN SAWAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007

Pola dasar kehidupan manusia adalah pertanian.ketersediaan pada proses pertanian seperti pengolahan tanah, pada tanaman padi memerlukan air yang optimum untuk pertumbuhan. dalam pencetakan sawah, pembuatan lapisan kedap merupakan suatu kegiatan yang harus di kerjakan. pengolahan tanah dapat menciptakan media yang baik bagi perkembangan akar, hal tersebut berpengaruh terhadap kerapatan lindak dan kekerasan tanah. tetapi pengolahan tanah secara berlebihan yang dilakukan secara terus menerus selama jangka waktu yang panjang dapat memacu pelapukan sehingga mengakibatkan tingkat kesuburan tanah pertanian lahan kering menjadi rendah, teristimewa pada wilayah tropika basah. tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pemberian jerami pada sawah terhadap kapasitas kerja traktor dari berbagai tingkat lintasan. penelitian ini dilakukan pada lahan sawah desa mireuk taman kecamatan darussalam kabupaten aceh besar dan di laboratorium prodi ilmu tanah fakultas pertanian universitas syiah kuala darussalam banda aceh, yang berlangsung dari bulan januari sampai dengan mei 2006. areal yang digunakan selama penelitian meliputi 6 plot,ukuran lahan yang masing-masing petakan 20 x 8 m ,3 plot tanpa perlakuan lintasan dan 3 plot adanya perlakuan lintasan. dari ke 6 plot perlakuan keseluruhan disebutkan 2 plot tanpa pemberian jerami , 2 plot pemberian jerami io ton/h a dan 2 plot pemberian jerami 20 ton/ha. hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tanah pada lapisan top soil tertinggi dengan berkurangnya lintasan traktor, disebabkan belum terjadinya pemadatan tanah akibat lintasan traktor sehingga tanah banyak menyerap air, pada penambahan jerami 20 ton/ha kadar air tertinggi terjadi pada lintasan 5x disebabkan jerami dapat mengurangi kepadatan tanah dan banyak menyerap air. dari hasil analisis grafik bulk density penaruh lintasan dapat meningkatkan nilai bulk density seiring dengan bertambahnya jumlah lintasan traktor. tetapi nilai bulk density pada lapisan sub soil tidak dipengaruhi oleh lintasan traktor. hasil dari percobaan tanpa lintasan dan penambahan jerami 10 ton/ha dan 20 ton/ha berbagai lintasan dapat dilihat bahwa pada kedalaman 0-40 tahanan penetrasinya semakin meningkat karena semakin bertambahn ya kedalaman tanah maka tanah semakin padat, sedangkan pada kedalaman 40-50 dapat kita lihat bahwa tahanan penetrasi semakin berkurang. ditinjau dari perlakuan tanpa lintasan, lintasan i kali, 3 kali lintasan dan 5 kali lintasan semuanya meningkat,hal ini menunjukkan bahwa semakin sering suatu lahan yang diolah dengan lintasan traktor. kapasitas kerja lapang efektif pada penarnbahan jerami 10 ton/ha mempunyai nilai tertinggi 0.0110 m/det. diantara ketiga perlakuan yang ada hal ini disebabkan akibat penambahan jerami dan kadar air tanah rendah, perlakuan tanpa penambahan jerami mempunyai nilai kapasitas kerja lapang efektif terkecil yaitu 0.0067 m2/det, hal ini disebabkan akibat kadar air tanahnya tinggi. pada k.apasitas kerja teoritis tanpa penambahan jerami 0.0079 m2/det, penambahan 10 ton 0.014 m2/det dan penambahan jerami 20 ton yaitu 0.0110 m2/det. semakin besar kecepatan traktor yang digunakan maka kapasitas kerja teoritis akan semakin besar pula. efisiensi lapang dapat diketahui setelah didapatkan hasil perhitungan kapasitas lapang teoritis dan kapasitas lapang efektif, maka akan didapat nilai efisiensi lapangnya. dengan demikian persentase efesiensi lapang merupakan perbandingan antara kapasitas efektif dengan kapasitas lapang teoritis dikali 100%. slip roda terbesar adalah pada perlakuan tanpa penambahan jerami, hal ini disebabkan tanah pada plot tersebut berliat, licin dan alat pembajak masuk kcdalam dan pada penambahan jerami 10 dan 20 ton slip rodanya lebih kecil dibandingkan dengan tanpa penambahan jerami. hal ini dikarenakan penambahan jerami dapat mengurangi kepadatan pada bobot tanah, diduga dapat juga mengurangi slip roda. dari hasil uji pemadatan standar di laboratorium penambahan jerami 10 ton/ha tidak dapat mengurangi kepadatan tanah disebabkan berat isi kering maksimum tanpa penambahan jerami sama dengan berat isi maksimum pada penambahan jerami, namun pada penambahan jerami 20 ton/ha dapat mengurangi kepadatan.



Abstract



    SERVICES DESK