Lahan sawah memiliki arti penting, yakni sebagai media aktivitas bercocok tanam guna menghasilkan bahan pangan pokok (khususnya padi) bagi kebutuhan umat manusia. program peningkatan ketahanan pangan diarahkan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di dalam negeri dari produksi pangan nasional. salah satu bahan pangan nasional yang diupayakan ketersediaannya tercukupi sepanjang tahun adalah beras yang menjadi makanan pokok bagi sebagian besar penduduk indonesia. pangan merupakan kebutuhan esensial dan komoditas paling strategis dalam kehidupan. secara makro, masalah pangan dapat bergeser tingkat prioritasnya pada aspek politik, ekonomi dan sosial. namun secara mikro peranan pangan sebagai pemenuhan kebutuhan biologis tidak mengalami perubahan. tujuan penelitian ini ialah menganalisis potensi sumberdaya pangan dan ketersediaan, menganalisis perkembangan kebutuhan pangan, mengembangkan model optimasi kebutuhan pangan dan ketersediaan, melakukan kajian ketersediaan lahan sawah berdasarkan kebutuhan beras di kabupaten simeulue. penelitian ini dapat di uraikan dengan tahapan proyeksi kebutuhan dan ketersediaan pangan terdiri dari: (a) pertumbuhan dan proyeksi penduduk sebagai dasar perhitungan kebutuhan pangan, (b) pertambahan dan pertumbuhan produksi pang an untuk memprediksi ketersediaan pangan optimum berdasarkan kebutuhan pertumbuh an penduduk terutama kelompok pangan serealia; tahapan penentuan kebutuhan dan ketersediaan lahan untuk memproduksi pangan merupakan pengelolaan sumberdaya lahan, yaitu: evaluasi dan analisis kesesuaian lahan basah, tanaman pangan lahan kering dan tanaman tahunan. serta fungsi tujuannya adalah meminimisasi selisih supply dan demand, dengan parameter yang dioptimalkan adalah produksi (w). hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi ketersediaan lahan yang dihasilkan pada tahun 2020 mencukupi kebutuhan pangan di kabupaten simeulue dengan luas total kesesuaian lahan untuk tanaman lahan basah mencapai 40.724,48 ha (22,19%). serta untuk basil perbandingan kebutuhan dan ketersediaan padi sawah di kabupaten simeulue pada tahun 2006 terjadi penurunan ketersediaan lahan sebesar 44.581,77 ha (-354%), di tahun 2007 hingga tahun 2010 terjadi penurunan kebutuhan dan ketersediaan iahan, ak an tetapi tingkat kebutuhan dan ketersediaan lahan mengalami peningkatan sebesar 44.524,00 ha (0,253%) dibandingkan tiga tahun sebelumnya. dengan demikian perbandingan kebutuhan dan ketersediaan padi sawah dari tahun 2006-20i0, maka diketahui tingkat kebutuhan dan ketersediaan padi sawah mencukupi untuk penduduk di kabupaten simeulue, akan tetapi pada tahun 2010 terjadi kekurangan basil produksi padi sawah untuk mencukupi kebutuhann pangan yang disebabkan akibat ketersediaan lahan yang tidak tercukupi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KETERSEDIAAN LAHAN SAWAH UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN PANGAN (STUDI KASUS : KABUPATEN SIMEULUE PROVINSI ACEH). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN LAHAN UNTUK SEREALIA DI KABUPATEN ACEH BESAR (Fitriani, 2015)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN LAHAN UNTUK SEREALIA DI KOTA BANDA ACEH (Yusmia Widayanti, 2015)