Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Novi Meliyanti, PEMANFAATAN AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KERUPUK. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007

Tahu merupakan makanan yang eukup popular di kalangan masyarakat indonesia, dan dapat dijumpai di setiap tempat. hal ini karena tahu enak dimakan dan tahu juga mengandung nilai gizi yang cukup tinggi terutama sebagai sumber protein. pada proses pembuatan tahu akan menghasilkan limbah berupa ampas tahu. limbah tahu merupakan bahan sisa dalam bentuk padatan pasta dari bubur kedelai yang diperas untuk diambil susunya pada pembuatan tahu. pemanfaatan limbah ampas tahu selama ini masih sangat terbatas dan tidak termanfaatkan. hanya sebahagian kecil limbah tahu padat berupa ampas tahu yang dipakai untuk makanan ternak seperti sapi perah, unggas, dan ikan. hal ini disebabkan karena ampas tahu sangat mudah rusak dan tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama. produk yang dapat dihasilkan dari pengolahan ampas tahu adalah tempe gembus, keeap, tauco serta kerupuk. penambahan tapioka pada pembuatan kerupuk ini sebagai pengikat ampas tahu agar dapat dibuat menjadi adonan. penelitian bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan limbah ampas segar tahu menjadi kerupuk dan secara khusus untuk melihat pengaruh penambahan tapioka serta jenis pengeringan terhadap mutu kerupuk. rancangan penelitian yang digunakan merupakan rancangan acak kelompok ini secara umum (rak) faktorial pola 4 x 2 dengan 2 faktor yaitu: faktor i: perbandingan tapioka dengan ampas tahu terdiri dari 4 taraf yaitu: pi = 30:70, p2 = 40:60.p3 = 50:50. p4 = 60:40. ie: faktor dari metode pengeringan terdiri 2 taraf, yaitu:tl = pengeringan dengan sinar matahari dant2 = pengeringan dengan oven 50° c. dengan demikian terdapat 8 kombinasi perlakuan dan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. parameter yang diuji adalah : kadar air, kadar protein. dan uji organoleptik. data yang diperoleh dianalisi dengan analisis sidik ragam serta diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (bnt). hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor temperatur pengeringan berpengaruh nyata (p-0,05) terhadap kadar air. sedangkan faktor perbandingan tepung tapioka dan ampas tahu berpengaruh nyata (p-0,05) terhadap kadar protein dan organoleptik rasa. oleh karena itu berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa kerupuk ampas tahu dengan pengeringan oven 50c (t2) dan perbandingan tepung tapioka dan ampas tahu 30:70 (pi). dengan karakteristik kadar air 10,05 %, kadar protein 12,79%, nilai organoleptik warna sebelum dan sesudah penggorengan 3,32, nilai organoleptik kerenyahan 4,35 dan nilai organoleptik rasa 3.50.



Abstract



    SERVICES DESK