Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Srie Yuniar Susiliana, UJI KINERJA ALAT PENGERING KELAPA KUKUR (DESICCATED COCOONU) DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE KONVEKSI ALAMIAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2008

Tanaman kelapa bagi indonesia merupakan tanaman yang sangat penting, karena menjadi salah satu komoditi usaha tani rakyat, dan merupakan komoditi ekspor. luas tanaman kelapa pada tahun 2006 sekitar 107.851 ha dengan produksi sekitar 65.138 ton/tahun (dinas perkebunan, 2006). salah satu produk olahan kelapa yaitu kelapa kukur kering (desiccated cocoonut). proses pengeringan kelapa kukur di masyarakat pada umumnya dilakukan secara tradisional yaitu dengan penjemuran di bawah terik matahari atau dengan pengasapan (penyalean). pengeringan ini masih mempunyai kelemahan­ kelemahan, pengeringan di bawah terik matahari selain membutuhkan tempat yang luas, waktu yang lama, panas yang tergantung dari alam juga hasil yang diperoleh kurang hygienis. proses pengeringan adalah proses pcnurunan kadar air suatu bahan sampai batas tertentu didalam suatu material. tujuan dari penelitian ini yaitu untuk rnengetahui kinerja alat pengering kelapa kukur serta, untuk mengetahui mutu kelapa kukur dengan menggunakan bahan bakar gas, alat pengering tipe konveksi alamiah, dengan temperatur yang berbeda-beda yaitu 50c, 65c dan 80'c. penelitian ini dilakukan pada laboratorium thermal dan fluida, fakultas teknik, jurusan teknik mesin pada 5 april 2007 sampai dengan selesai. dari hasil penelitian analisis yang dilakukan yaitu kinerja alat pengering dan mutu dari proses pengeringan berupa kapasitas alat, randemen, temperatur, kelembaban (rh), kadar air dan uji organoleptik, sehingga keawetan kelapa kukur dari proses pengeringan ini dapat bertahan lama sampai bebulan-bulan. kapasitas kerja dengan menggunakan temperatur 50c adalah 0.8 kg/jam, dengan temperatur 65c sebesar 0.85 kg/jam dan untuk temperatur 80c sebesar 0.9 kg/jam. rendemen yang dihasilkan pada temperatur 50c lebih tinggi dari pada rendemen yang dihasilkan pada temperatur 60'c dan 80c. pada temperatur 50"c rendemen yang dihasilkan sebesar 50%, temperatur 65c sebesar 35% dan untuk temperatur 80'c sebesar 35%. distribusi temperatur pada suhu 50€, 65"c dan 80"c belum begitu stabil hal ini desebabkan panas yang mengalir tidak merata, pada dasarn ya temperatur yang dibutuhkan dalam pengeringan kelapa kukur berkisar 50'c sampai 80c jika suhu diatas 80c akan mengakibatkan kegosongan, sehingga mempengaruhi warna dan aroma kelapa kukur. nilai rh pada temperatur 50'€, 65c dan 80'c juga belum begitu stabil , disebabkan kurangnya pengontrolan suhu pada tiap-tiap temperatur. selain distribusi temperatur , rh, juga di dapat nilai penurunan kadar air akhir pada proses pengeringan yaitu masing-masing temperatur kadar air berbeda-beda, dimana pada temperatur 50'c didapat kadar air akhir masing-masing yaitu 3% dan 3.1%. untuk temperatur rak 65c air penurunan kadar rak akhir masing-masing yaitu 3.4%, 3.36% dan 3.4%, sadangkan untuk temperatur 80'c penurunan kadar air akhirya untuk masing­ masing rak sama yaitu 2.8% . bahan baku yang dihasilkan dari proses pengeringan dengan menggunakan alat pengering tipe konveksi alamiah yaitu berwarna putih, harum , gurih, menghasilkan produk yang lebih hygeinis, terlindung dari gangguan angin, debu maupun binatang-binatang kecil.


Baca Juga : KAJI EKSPERIMENTAL PENGERING IKAN ENERGI SURYA (ANDI FANOVA, 2024)


Abstract



    SERVICES DESK