Penelitian ini merupakan studi kasus mengenai analisis laporan keuangan pada pt. pelita nusa perkasa banda aceh yang bertujuan untuk mengidentifikasi kinerjacurentratio,total debt to totaj asset, total asset turnnover dan return on investment pada pt. pelita nusa perkasa. diharapkan penelitian ini dapat melengkapitemuan-temuan berharga dibidang manajemen keuangan serta dapat memperluaswawasan berfikir penulis dalam kazanah ilmu pengetahuan.penelitian ini bersifat diskriptif analisis dcngan menggunakan data sekundertime seris dari nilai-nilai moneter yang tersaji dalam laporan keuangan neraca danlaporan rugi laba pt. pelita nusa perkasa. pengumpulan data dilakukan denganteknik dokumentasi. selanjutnya data sekunder dianalisis dengan menggunakan trend i inier berkala. hasil penelitian dapat dijelaskan meningkatnya kewajiban lancar akibatbertambahnya hutang termasuk hutang bank yang jatuh tempo dan tidak diimbangioleh tersedianya alat-alat likuid yang mencukupi sehingga menurunnya indeks likuiditas dibawah rata-rata industri. tingginya ketergantungan pt. pelita nusa perkasa terhadap modal asing khususnya pinjaman bank, juga dapat dilihat dari besarnya rasio total debt to total asset, sementara perusaahan ini kurang mampumeningkatkan kontribusi dana dari ekuitas. wajaupun perusahaan ini mampu melakukan penawaran proyek jasa konstruksi pemerintah dajam setiap tahun anggaran sebagaimana yang diperlihatkan dalam total asset turnover, namun pergerakan biaya bahan material, angkutan dantenaga operasional proyek yang dianggarkan justru terkadang lebih besar, danberpotensi menurunkan laba bersih sebagaimana yang diperlihatkan dalam roi. indeks return on investment (roi) pt. pelita nusa perkasa selama periode 19962004 relatif berfluktuasi dibanding indeks standar perusahaanjasa kosntruksi lainnya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS RASIO KEUANGAN PT.PELITA NUSA PERKASA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2006
Baca Juga : ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEKTOR ANEKA INDUSTRI SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS KEUANGAN GLOBAI TAHUN 2008 (Rizki Fadhlia, 2024)