Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Mukhtaruddin, KLASIFIKASI TANAH GAMBUT DI GAMPONG TUWI EUMPEUK KECAMATAN PANGA KABUPATEN ACEH JAYA.. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011

Salah satu lokasi tanah gambut yang luas di kabupaten aceh jaya adalah terdapat di kecamatan panga. sampai saat ini hanya sebagian yang baru digunakan oleh masyarakat untuk lahan pertanian. dan selebihnya belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah setempat, karena belum diketahui kesesuaian lahan tanah gambut tersebut. dengan adanya penelitian klasifikasi tanah gambut ini, diharapkan untuk ke depan lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian, terutama untuk perkebunan dan tanaman pangan. tujuan penelitian ini untuk mengetahui klasifikasi tanah gambut berdasarkan tingkat kematangan: kasar (fibrik). sedang (hemik), dan halus (saprik) yang terdapat di gampong tuwi eumpeuk kecamatan panga kabupaten aceh jaya. pada penelitian ini tanah diklasifikasikan atas sifat-sifat morfologi, fisika, dan kimia tanah yang diamati di lapangan dan analisis di laboratorium. sistem klasifikasi yang digunakan pada penelitian ini adalah sistem taksonomi tanah (soil survey staff, 2006). serta mengklasifikasi tanah dari tingkat ordo, sub ordo, great group. hingga tingkat sub grup. berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, terlihat ada perbedaan sifat morfologi dan ciri tanah di antara tiga pemboran, ketebalan gambut efektif di daerah penelitian yang terukur dari permukaan tanah pada pemboran m1 ketebalan 700 cm, pemboran m2 600 cm dan pemboran m3 memiliki ketebalan 500 cm. warna tanah pada pemboran m1 warnanya hitam (10yr 2/1, dan 7,5yr 2,5 /1), dan di lapisan bawah hitam kemerahan (2.5yr 2,5 /1). pemboran m2 memiliki kisaran warna dari hitam (10 yr2 /1), diikuti oleh coklat sangat gelap (10yr 3/2 ). hingga lapisan coklat kelabuan sangat gelap (i0yr 3/2). pemboran m3, memiliki kisaran warna dari hitam (5yr 2,5 /1 dan 10 yr 2/1, ), di lapisan bawah coklat sangat gelap (10 yr 2'/2). menunjukkan struktur tanah pada daerah penelitian, untuk tanah gambut tidak memiliki struktur (amorf) karena masih terdiri dari bahan organik (dedaunan, kayu-kayuan) yang belum melapuk dengan sempurna. konsistensi yang di jumpai di daerah penelitian tidak lekat sampai agak lekat. pada pemboran m1 kadar air pada saat jenuh air sebesar 786,06 % lebih tinggi dari pada pemboran m2 sebesar 568,01 %, sedangkan pada pemboran m2, kadar air pada saat jenuh air lebih rendah 549,97 % dibandingkan dengan pemboran m3 dan pemboran m1 pengukuran kadar air pada kapasitas lapang pemboran m1, kadar air pada kapasitas lapang sebesar 90,44 % lebih tinggi dari pada pemboran m2 sebesar 82.01 %, sedangkan pada pemboran m1, kadar air lebih rendah 78.33 % dibandingkan pemboran m2 82.01 % dan pemboran m1, 90,44 %. bulk density (bobot isi) di daerah penelitian dari pemboran m1. m2, dan m3 berkisar 0,08 - 0.12 g cm-3. porositas tanah di daerah penelitian yang bahwa menunjukkan pada pemboran m1 sebesar 95,00 % lebih tinggi dari pada pemboran m2 sebesar 93,00 %, dan lebih tinggi dari pada pemboran m1 sebesar 90.54 %. porositas tanah gambut sangat menentukan pergerakan air tanah. reaksi tanah ph gambut (ph h2o 1: 2.5 ) di daerah penelitian yaitu: pada pemboran m1, berkisar antara 469 - 5,07 dan ph air gambut 6,46, pemboran m2 berkisar antara 5,16 - 4.78 dan ph air gambut 6.18 dan pada pemboran m3, berkisar antara 4.52 - 4.75 dan ph air gambut 5,37. sedangkan ph air gambut lebih tinggi dibandingkan dengan ph tanah berkisar 5,37 - 6,46. di daerah penelitian reaksi tanahnya masam sampai agak masam. jika nilai ph tanah yang diukur dengan h2o di bandingkan ph tanah h2o lebih tinggi dua tingkat. maka tanah tersebut di nyatakan berkadar masam tinggi. c-organik tanah gambut menunjukkan pada pemboran m1, berkisar 20.75 - 54.20 %, sedangkan pada pemboran m2 berkisar 52.34 - 55,62 % dan pada pemboran terakhir m3, berkisar 48.34 54.92 termasuk dalam kategori sangat tinggi. nilai basa-basa dapat dipertukarkan adalah kalsium 5,4 - 23,9 cmol(+)kg' (rendah, sedang. tinggi dan sangat tinggi), magnesium 0.6• i8.1 g em' (rendah - sangat tinggi), kalium 0,18 - 1.22 cmol(+) kg-1' (tinggi - sangat tinggi), dan natrium 0.37 - 2.65 cmolt) kg' (tinggi - sangat tinggi). nilai asam-asam dapat ditukar untuk hdd adalah 1.2- 6,1 cmol(+) kg-1, sedangkan untuk kation alumunium yang terukur hanya satu pada pemboran m3 simbul lapisan oa3, yaitu 2,3 cmol(+) kg-1. nilai ktk menunjukkan pada pemboran m1. m2 dan m3 berkisar antara 67,8 - 204.48 cmol(+) kg-1 tergolong ke dalam kategori sangat tinggi. kejenuhan basa (kb) berkisar 11.73 - 73.27 % (sangat rendah - sangat tinggi). tanah gambut di daerah penelitian menunjukkan dhl tanah 0.048 - 0.092 ms cm-1 dan air 0,024 - 0,063 ms cm-1 (sangat rendah). berdasarkan kunci klasifikasi taksonomi tanah (soil survey staff, 2006). seluruh satuan lahan pcngamatan mempunyai epipedon histik. horison permukaan mengandung bahan organik > 18 % fraksi liatnya 60 %, bahan organik > 12 % bila 0 % liat dan total ketebalan 20 - 60 cm. pada daerah penelitian terdapat 0 % liat, sedangkan bahan organiknya memenuhi syarat yaitu > 12 % (20.75 - 55.62 %). dan ketebalan 500 - 700 cm. pada tingkat fibrik harus memenuhi kriteria bd < 0,i g cm'-3 hemik bd 0,1 -0.2 g cm-3 dan saprik > 0.2 g cm-3 tetapi pada daerah penelitian bahan tanah saprik bd-nya belum mencapai 0,2 g cm-3atau lebih, namun demikian di lapangan tingkat pelapukan (kadar serat) dan warna yang dilihat dengan larutan natrium pirofosfat jenuh sudah memenuhi syarat, sehingga scmua titik pengamatan termasuk ordo histosol. klasifikasi tanah gambut (histosol) yang terdapat di daerah penelitian, yaitu: pada pemboran m1; termasuk ordo histosol, subordo fibrist, great group haplofibrist, dan sub grup typic haplofibrist. pemboran m2 ordo histosol, subordo hemist, great group haplohemist dan subgrup typic haplohemist. sedangkan pemboran m3 ordo histosol, subordo saprist, great group haplosaprist dan subgrup typic haplosaprist.



Abstract



    SERVICES DESK