Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
RIFQI AMAL MAULANA, STRATEGI PEMENANGAN BUDIAN PADA PEMILIHAN KEUCHIK NEUSU ACEH TAHUN 2023 (STUDI KASUS DI GAMPONG NEUSU ACEH, KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH). Banda Aceh FISIP Politik,2024

Abstrak pemilihan keuchik di gampong neusu aceh pada 15 oktober 2023 melibatkan dua kandidat, budian dan fauzi oesman, dalam persaingan ketat untuk jabatan periode 2023–2029. budian, mantan keuchik periode 2012–2017, bersaing dengan fauzi oesman, s.h., calon petahana yang menjabat dari 2017 hingga 2022. masyarakat memberikan perhatian khusus pada pemilihan ini karena rekam jejak kedua kandidat yang kuat. dengan total 2.322 pemilih, budian berhasil meraih 756 suara, mengalahkan fauzi oesman yang memperoleh 637 suara, dengan 119 suara dinyatakan rusak. dinamika politik terlihat dari pergeseran dukungan tim sukses fauzi yang beralih ke budian, mencerminkan ketidakpastian strategi kampanye. kemenangan budian menunjukkan bahwa penilaian kinerja sebelumnya, kedekatan dengan masyarakat, dan kemampuan untuk menarik kembali dukungan dari berbagai kalangan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pemilihan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemenangan yang digunakan calon keuchik budian dalam pemilihan keuchik 2023 di gampong neusu aceh. penelitian ini menggunakan teori strategi dan menggunakan metode penelitian kualitatif. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi ofensif dan defensif yang diterapkan oleh budian dalam kampanye pemilihan keuchik di neusu aceh. strategi ofensifnya meliputi dialog langsung, kehadiran di acara sosial, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas dukungan. sementara itu, strategi defensif dilakukan melalui interaksi konsisten dengan masyarakat, menjaga dukungan yang sudah ada dengan mendengarkan kebutuhan dan aspirasi warga. hambatan pemenangan dalam pencalonan budian, seperti minimnya dukungan elit gampong, perspektif masyarakat terhadap keterbatasan kemampuan public speaking, dan stigma negatif terkait masa lalu serta usia yang dimiliki budian. kata kunci: strategi, pemilihan, budian, keuchik



Abstract

ABSTRACK The Keuchik election in Gampong Neusu Aceh on October 15, 2023, involved two candidates, Budian and Fauzi Oesman, in a close race for the 2023–2029 term. Budian, a former Keuchik from 2012–2017, competed against the incumbent Fauzi Oesman, S.H., who held office from 2017 to 2022. The community paid special attention to this election due to the strong track records of both candidates. Out of 2,322 voters, Budian secured 756 votes, defeating Fauzi Oesman, who received 637 votes, with 119 votes declared invalid. The political dynamics reflected a shift in support as members of Fauzi's campaign team switched their allegiance to Budian, indicating uncertainty in campaign strategies. Budian’s victory highlighted that past performance, close ties with the community, and the ability to regain support from various groups were crucial factors in determining the election outcome. This research aims to examine the winning strategies used by Budian in the 2023 Keuchik election in Gampong Neusu Aceh. The study is based on strategy theory and employs a qualitative research method. The findings show that Budian applied both offensive and defensive strategies in his campaign. His offensive strategy included direct dialogue, participation in social events, and the use of digital media to broaden his support base. Meanwhile, his defensive strategy involved consistent interactions with the community, maintaining existing support by addressing residents' needs and aspirations. The challenges in Budian's candidacy included the lack of elite support, public perception of his limited public speaking abilities, and the negative stigma related to his past and age. Keywords : Budian ,strategy, for Keuchik election

Baca Juga : TATA CARA PEMILIHAN KEUCHIK DI KECAMATAN LHOKNGA (Chahya Dinar Keumala, 2020)



    SERVICES DESK