Masyarakat indonesia lebih banyak memanfaatkan buah melinjo sebagai bahan baku untuk pembuatan emping melinjo. sebelum dilakukan pengolahan terhadap buah melinjo terlebih dahulu kulit luar biji melinjo harus dikupas. pengupasan ini pada umumnya dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan cara mengupas biji melinjo dengan tangan. sehingga proses tersebut membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang lebih besa r. mesin pengupas kulit luar melinjo yang sudah dirancang tanpa sistem sirkulasi air belum memberikan hasil yang maksimal dan membutuhkan waktu yang sedikit lama, karena masih banyak getah kulit luar melinjo yang menyangkut di silinder pengupas. sehingga kulit luar melinjo belum seluruhnya terkelupas. oleh karena itu perlu didesain scbuah sistem sirkulasi air pada mesin pengupas kulit luar melinjo ini. diharapkan sistem sirkulasi tersebut adalah dapat membersihkan getah-getah kulit luar melinjo yang menempel di silinder pengupas dan dapat membantu mempercepat proses pengupasan, sehingga dapat meningkatkan kinerja mesin pengupas kulit luar melinjo baik dari segi efisiensi waktu maupun mutu produk hasil pengupasan . penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem sirkulasi saluran air yang efektif dan efisien, sehingga silinder pengupas dapat bekerja lebih optimal. penelitian ini dilaksanakan di bengkel alat dan mesin pertanian mekatama engineering desa neuheun aceh besar pada bulan november 2009 s/ d februari 2010. penelitian ini terdiri dari penelitian pendahuluan mencakup pengukuran dan penentuan bahan sistem sirkulasi dan menghitung debit air. kemudian dilakukan perancangan dan pemasangan sistem sirkulasi air pada mesin pengupas kulit luar melinjo. selanjutnya dianalisis kehilangan energi (head loss) dengan menghitung parameter debit outlet, bilangan reynold, head loss mayor, head loss minor dan head loss total. kemudian menghitung efisiensi sistem sirkulasi air terhadap waktu dan yang terakhir menghitung daya pompa yang dibutuhkan. ktu dan yang terakhir menghitung daya pompa yang dibutuhkan. sistem sirkulasi terbuat dari pipa dengan panjang 2,36 m, diameter pipa % inchi, jumlah belokan (elbow) 7 buah, katup (valve) i buah dan sambungan tee i buah. jenis aliran yang terjadi pada saluran pipa sirkulasi air ini adalah aliran turbulen karena memiliki bilangan reynold di atas 4000 m. perlakuan putaran katup (valve) '/ putaran merupakan perlakuan yang terbaik karena mengeluarkan debit air yang sesuai dengan kebutuhan pembersihan silinder pengupas yaitu 0,20 10 m'/s dan memiliki kecepatan aliran yang optimal yaitu sebesar 0,7100 m/s. data hasil perhitungan diperoleh head loss pada / putaran sebesar 0,5513 m. pengupasan dengan menggunakan sirkulasi air lebih baik, karena memberikan kapasitas mesin sebesar 21,94 kg/jam. sedangkan yang tidak menggunakan sirkulasi air memberikan kapasitas sebesar 8,65 kg/jam. dengan demikian, penggunaan sistem sirkulasi air dapat meningkatkan kapasitas mesin hampir 3 kali lipat dari pada tanpa menggunakan sistem sirkulasi air
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DESAIN SISTEM SIRKULASI AIR PADA MESIN PENGUPAS KULIT LUAR MELINJO (GNETUM GNEMON L.). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2010
Baca Juga : MODIFIKASI MESIN PENGUPAS KULIT LUAR MELINJO (GNETUM GNEMON L) (Fitri, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN MELINJO (GNETUM GNEMON L.) TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS (GALLUS DOMESTICUS) (FARAH FAJARNA, 2019)