Penggunaan mekanisasi pertanian diharapkan sebagai salah satu sarana dalam modernisasi pertanian, memboangun pertanian tradisional menjadi pertanian modern. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kebutuhan alat dan mesin pertanian terhadap tingkat pengembangan mekanisasi pertanian, mengkaji potensi tenaga pertanian secara keseluruhan, menghitung kebutuhan alsintan, dan memperoleh hasil pengembangan dan penerapan mekanisasi pertanian. data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ; peta kabupaten, jumlah penduduk, kapasitas kerja traktor untuk pengolahan tanah, kemampuan produksi tresher, jumlah tenaga kerja disektor tanaman pangan, luas lahan, luas tanam dan luas panen. teknik pengumpulan data yaitu melalui proses pengarnbilan data sekunder ke dinas pertanian kabupaten aceh tamiang, proses wawancara, pengisian kuisioner secara acak dengan jumlah responden 28 orang, dan pengukuran kapasitas kerja traktor dilapangan.hubungan kebutuhan alsintan terhadap tingkat pengembangan mekanisasi pertanian di kabupaten aceh tamiang diantaranya; kesiapan petani dalam menerima teknologi, peranan produsen dan distributor dalam penyediaan alsintan, lahan pertanian yang tersedia, dan harus didukung oleh penghasilan petani yang memadai. traktor yang tersedia di kabupaten aceh tamiang adalah traktor roda empat sedang, traktor roda empat besar, traktor roda dua dengan alat bajak rotari dan traktor roda dua dengan alat singkal dengan jumlah masing-masing 22 unit, i5 unit, 41 unit dan 165 unit. hasil perhitungan kebutuhan traktor menurut jenis traktor dan alat pengolah tanah yang digunakan adalah ; traktor roda empat sedang (6l unit), traktor roda empat bcsar (21 unit), traktor roda dua dengan alat bajak rotani (202 unit), dan 803 traktor roda dua dengan alat bajak singkal.tresher yang tersedia di kabupaten aceh tamiang adalah sejumlah 40 unit. hasil perhitungan kebutuhan tresher di kabupaten aceh tamiang menunjukkan bahwa kebutuhan tresher, adalah 335 unit. trcsher yang tersedia di kabupatcn aceh tamian g paling banyak terdapat di kecamatan manyak payed. kecamatan yang paling banyak membutuhkan tresher paling banyak juga di kecamatan manyak payed (74 unit), dan kecamatan tamiang hulu yang paling sedikit membutuhkan tresher (23 unit) berdasarkan perhitungan daya manusia yang bekerja dibidang pertanian di aceh tamiang memiliki potensi tenaga pertanian yang sangat besar terdapat pada kecamatan kejuruan muda (483,896 kw) dan potcnsi tenaga pertanian yang paling kecil terdapat di kecamatan kuala simpang (38,24 kw). sedangkan perhitungan daya traktor yang tersedia dibidang pengolahan tanah, total daya yang paling besar terdapat di manyak payed (501,45 kw) dan total daya traktor yang paling rendah terdapat di kecamatan seruway (67,45 kw), sementara kecamatan kota kuala simpang tidak tersedia daya traktor sama sekali,
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS SISTEM PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH TAMIANG. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2006
Baca Juga : PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MEKANISASI PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR. (Hasnanda Yahya, 2024)
Abstract
Baca Juga : MANAJEMEN MUTU SD/ML DI KABUPATEN ACEH TAMIANG (M. Nuh Nafi, 2025)