Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Dini Fitrisia Ariska, PENGARUH PERBEDAAN INTERVAL PEMBERIAN PGF2 ALPHA DENGAN WAKTU KOLEKSI SEMEN TERHADAP KUALITAS SEMEN TIKUS WISTAR. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2024

Mekanisme kerja pemberian prostaglandin f2 alpha (pgf2α) dalam meningkatkan kualitas semen masih menjadi polemik karena peningkatan konsentrasi testosteron tidak sinkron dengan peningkatan kualitas semen. testosteron diketahui berperan dalam meningkatkan kualitas semen dan diduga peningkatan hormon ini tidak bersamaan dengan peningkatan kualitas semen. penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan interval pemberian pgf2α dengan waktu koleksi semen terhadap peningkatan kualitas semen yang meliputi konsentrasi, motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa tikus wistar. dalam penelitian ini digunakan 15 tikus wistar (rattus norvegicus) jantan yang telah diadaptasikan selama dua minggu. tikus dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan (masing-masing n=3), yakni kontrol (p0), koleksi semen dilakukan 30 menit setelah injeksi 0,5 ml nacl dan kelompok p1-p4 yakni interval injeksi 2,5 mg/kg bb pgf2α dengan koleksi semen selama 30 menit (p1), 60 menit (p2), 90 menit (p3), dan 120 menit (p4). pemeriksaan mikroskopis kualitas spermatozoa tikus wistar meliputi konsentrasi, motilitas, viabilitas, dan abnormalitas. data dianalisis dengan analisis varian satu arah dan dilanjutkan dengan uji duncan. konsentrasi spermatozoa tertinggi diperoleh pada p2 yang berbeda secara signifikan dengan p0, p1, p3 dan p4 (p



Abstract

The mechanism of PGF2α administration in improving semen quality remains controversial due to the unsynchronized increase in testosterone concentration with semen quality. Testosterone plays a role in improving semen quality, and it is possible that the increase in this hormone does not coincide with the improvement of semen quality. This study aims to determine the effect of different intervals between PGF2α administration and semen collection time on the semen quality improvement, including concentration, motility, viability, and abnormalities of Wistar rat spermatozoa. In this study, 15 male Wistar rats (Rattus norvegicus) were used after being acclimatized for two weeks. The rats were divided into five treatment groups (each n=3), namely the control group (P0), where semen collection was performed 30 minutes after the injection of 0.5 ml NaCl, and groups P1-P4 with an injection interval of 2.5 mg/kg BW PGF2α and semen collection at 30 minutes (P1), 60 minutes (P2), 90 minutes (P3), and 120 minutes (P4). Microscopic examination of Wistar rat sperm quality, including concentration, motility, viability, and abnormalities. Data were analyzed using one-way analysis of variance and Duncan's test. The highest sperm concentration was obtained in P2, which was significantly different from P0, P1, P3, and P4 (P



    SERVICES DESK