Manisan pain adalah produk andalan yang dihasilkan dari buah pala. untuk menghasilkan manisan pala yang berkualitas bagus, maka perlu penanganan pascapanen yang benar salah satunya adalah pengeringan. berdasarkan survey lapangan diketahui bahwa selama ini pengeringan manisan pala yang dilakukan masyarakat masih menggunakan metode penjemuran, namun sistem pengeringan tersebut dirasa kurang efektif dari segi waktu dan kapas itas pengeringan. penggunaan alat pengering diharapkan dapat mengatasi permasalahan pengeringan secara penjemuran. adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kinerja alat pengering dan konsumsi energi, serta mengkaji mutu manisan pala kering. alat pengering surya hibrid adalah alat pengering efek rumah kaca yang dimodifikasi dengan penambahan kipas dan bahan bakar gas. pengeringan dilakukan pada siang hari dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 wib. penelitian dilakukan sebanyak dua kali yang selanjutnyn disebut pengeringan i (dengan bahan 36 kg manisan pala) dan pengeringan ii (dengan bahan 25 kg manisan pala). parameter penelitian meliputi : iradiasi surya, distribusi suhu, distribusi kelcmbaban relatif (rh), kecepatan udara, konsumsi energi, kadar air manisan pala, uji organoleptik manisan pala). hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata irradiasi surya yang diterima pada pengeringan i adalah 366,15 w/m' dan pada pengeringan ii sebesar 318,61 w/m'. waktu yang dibutuhkan untuk pengerin gan i (23 jam) lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan untuk pcngeringan ii (13 jam). sedangkan suhu rata-rata pada pcngcringan ii (43,5"c) adalah lebih tinggi dari suhu rata-rata pengeringan i (38,5"c). kecepatan udara rata-r ata yang diperoleh dalam ruang pengering i dan ii adalah (0,2 m/s) lebih rendah dibandingkan dengan lingkungan (> 0,5 m/s) pada pcngcringan i, rh rata-rata pada ventilasi (55,5 %) lebih rendah dari kelembaban relatif lingkungan (76,7%). pada pengeringan ii, rh pada ventilasi (58,5%) lebih rendah dibandingkan dengan lingkungan (68,1%). kapasitas alat pada pengeringan i sebanyak 1,5 kg/jam dan pada pcngeringan ii adalah 1,9 kg/jam. konsumsi energi pengeringan i lebih besar (48,34 ml) dibandingkan dengan konsumsi pengeringan ii (23,69 mj). efisiensi yang didapatkan pengering surya hibrid pada pcngeringan 1 adalah 3,2 %, dan pengeringan ii sebcsar 3,8 %. faktor utama yang mempengaruhi lamanya pengeringan adalah kadar air awal manisan pala kering pada pengeringan i (63,73%) lebih bcsa r daripada pengeringan ii (49,56%). pengeringan manisan pala pada pengeringan i dan ti dikontrol sampai kadar air berada di bawah 20%. dari uji organoleptik diketahui bahwa pengeringan manisan pala dengan matahari lebih bagus warnanya dari pengeringan surya hibrid, begitupun dengan aromanya dan rasa rata-rata khas manisan pala.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KINERJA DAN KONSUMSI ENERGI PENGERING SURYA HIBRID UNTUK PENGERINGAN MANISAN PALA KERING. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : STUDI SISTEM PENGERINGAN IKAN DENGAN ENERGI HIBRID (ENERGI MATAHARI DAN ENERGI BAHAN BAKAR) (arief zaini, 2015)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS EFISIENSI DAN EKONOMI PADA ALAT PENGERING SURYA UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L) (Irvan Hilmi Mudir, 2024)