Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
YUSRIL ANANTA BALSA, ANALISIS JALUR SIRKULASI PEJALAN KAKI DI KAWASAN TAMAN BERSEJARAH KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2024

Kota banda aceh dalam sejarahnya dikenal dengan sebutan kota budaya, salah satunya dikarenakan kota ini merupakan tempat kedudukan pusat kerajaan aceh. ibu kota provinsi aceh ini menjadi salah satu kawasan yang memiliki ragam objek wisata yang menjadi ikon kota banda aceh meliputi taman sari gunongan, taman putroe phang dan taman wisata hutan kota.taman bersejarah semakin dilirik oleh warga kota sebagai salah satu ruang publik untuk berkumpul dan melakukan berbagai macam aktivitas serta interaksi sosial. permasalahan yang terjadi adalah terpisahnya ketiga kawasan taman bersejarah oleh jalan raya, sehingga pejalan kaki merasa kesulitan untuk berpindah lokasi dari kawasan satu taman ke kawasan taman yang lain. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jalur sirkulasi pejalan kaki di ketiga taman tersebut guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung serta memperbaiki fungsi dan daya tarik kawasan taman bersejarah. metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif meliputi observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. hasil penelitian menunjukkan bahwa taman putroe phang dan taman sari gunongan mengalami perubahan signifikan dari deskripsi yang terdapat dalam kitab bustanussalatin, dengan lokasi komponen taman yang terpisah, taman wisata hutan kota kini hanya sebagai pajangan dengan bangunan central telephon yang terbengkalai. kondisi jalur pejalan kaki di ketiga taman relatif baik, namun jalur luar taman mengalami kerusakan dan kekurangan infrastruktur seperti jalur penyeberangan dan rambu yang mengganggu aksesibilitas.



Abstract

The city of Banda Aceh is historically known as a cultural city, partly because it served as the seat of the Aceh Sultanate. As the capital of Aceh Province, Banda Aceh boasts a variety of tourist attractions that serve as icons of the city, including Taman Sari Gunongan, Taman Putroe Phang, and Taman Wisata Hutan Kota. These historical gardens are increasingly recognized by residents as important public spaces for gathering and engaging in various activities and social interactions. However, a significant issue is the separation of these three historical garden areas by major roads, which makes it difficult for pedestrians to move from one garden to another. This study aims to analyze the pedestrian circulation routes within these three gardens to improve visitor comfort and safety and to enhance the functionality and appeal of these historical garden areas. The research employs a qualitative methodology, including field observations, interviews, and literature reviews, to gather primary and secondary data. The findings indicate that Taman Putroe Phang and Taman Sari Gunongan have undergone significant changes from the descriptions in the Bustanussalatin, with garden components now being separated. Taman Wisata Hutan Kota has become a mere showcase with the abandoned Central Telephon building. While the pedestrian paths within the gardens are relatively well-maintained, the external paths suffer from damage and lack of infrastructure such as crosswalks and signage, which hinders accessibility.



    SERVICES DESK