Proses breakpoint chlorination adalah proses penambahan klorin untuk menghasilkan residu klorin yang diinginkan (1-1,5 ppm) yang digunakan untuk menentukan dosis klorin yang tepat untuk mengoksidasi ammonia yang terkontaminasi dari kebocoran pipa-pipa proses pada sistem air pendingin pabrik urea. salah satu cara mengurangi korosi pada sistcm ini yaitu dengan penambahan inhibitor orthoposfat yang sangat umum digunakan pada pabrik pupuk urea, tetapi karena bersifat sebagai nutrisi bagi mikrooorganisme maka efektivitas klorinasi dalam air menurun. pada penclitian ini, konsentrasi ammonia tidak divariasikan sedangkan penambahan kaporit dan ammmonia dilakukan pada rasio kaporit: 8,5; 9,5; 10,5; 11,5; 12,5 dan penambahan orthoposfat dilakukan pada: 8, 9, i 0, 11, 12 ppm dengan waktu operasi proses 2 jam untuk setiap operas i dan ph dikendalikan pada 6-8. dari basil penelitian diperoleh konsentrasi orthoposfat yang efektif pada 9 ppm dan konsentrasi klorin 8,5 ppm dengan tingk.at keefekt ifan kcrja inhibitor ini 83,83% untuk mengendalikan korosi sampai dengan 0,00917007 mm/tahun dari keefektifan maksimum 0,00768733 mm/tahun walaupun demikian sedikit mengurangi keefektifan klorinasi sam pai dcngan 82,69% dengan tingkat pengendalian mikroorganisme di dalam sistem air pendingin sampai dengan 52 koloni/1000 ml sampel dari keefektifan maksimum 43 koloni/1000 ml sampel. kata kunci : residu klorin, nutrisi, klorinasi, koloni, breakpoint chlorination, orthoposfat.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN INHIBITOR ORTOPOSFAT TERHADAP EFEKTIVITAS KLORINASI PADA SISTEM AIR PENDINGIN PABRIK PUPUK UREA. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006
Baca Juga : SINTESIS DAN UJI KINERJA PUPUK UREA SLOW RELEASE PADA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) (Zuraida, 2014)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PRODUKSI PUPUK UREA PADA PT.PUPUK ISKANDAR MUDA (PT.PIM) ACEH UTARA (Lovia Agustina, 2016)