Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SYAIRA QORINA, PENJATUHAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN YANG DILAKUKAN DENGAN CARA MERUSAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI TAKENGON). Banda Aceh Fakultas Hukum (S1),2024

Tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana diatur dalam pasal 363 ayat 1 sub 5 kitab undang-undang hukum pidana (kuhp). pasal ini merupakan salah satu bentuk kejahatan yang melibatkan pengambilan barang milik orang lain secara melawan hukum dengan cara masuk ke dalam tempat yang terkunci atau dilarang untuk dimasuki dengan cara merusak properti. tindak pidana pencurian dengan pemberatan dapat pula dinamakan dengan pencurian berkualifikasi, yaitu pencurian dalam bentuk pokok yang memenuhi unsur pencurian pada pasal 362 kuhp, ditambahkan dengan satu bagian inti yang menjadi dasar pemberatan pidana. pasal 363 kuhp memiliki ancaman pidana maksimum tujuh tahun penjara. walaupun tindak pidana pencurian dengan pemberatan ini sudah dilarang, namun di daerah hukum pengadilan negeri takengon masih terjadi pencurian dengan pemberatan. penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan, pertimbangan hakim terhadap pelaku pencurian dengan pemberatan, dan upaya dalam menanggulangi terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan. penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis empiris dengan metode penelitian kepustakaan dan lapangan. pada tahap penelitian kepustakaan dilakukan dengan menelaah buku-buku teks, dan juga peraturan perundang-undangan. sedangkan pada tahap penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden. hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab pencurian dengan pemberatan adalah faktor internal yang ada pada diri pelaku dan faktor eksternal yang meliputi faktor ekonomi, faktor lingkungan, adanya kesempatan dan faktor lemahnya penegakan hukum. hakim dalam mempertimbangkan putusannya tetap berpegang pada pedoman dalam memutuskan perkara tindak pidana dengan dikuatkan keyakinan hakim berdasarkan fakta-fakta di persidangan. upaya penanggulangan tindak pidana pencurian dengan pemberatan meliputi dua hal yakni upaya yang ditempuh melalui jalur hukum yaitu, upaya penal dan upaya yang tidak bersifat hukum yaitu, upaya non-penal. masyarakat dan pemerintah wajib bekerja sama dalam melakukan upaya pencegahan. disarankan untuk mengatasi faktor penyebab terjadinya kejahatan memerlukan pendekatan yang komperhensif. disarankan kepada hakim pengadilan negeri takengon dalam mempertimbangkan suatu putusan selain mengikuti pedoman yang berlaku juga dapat mempertimbangkan efektivitas penegakan hukum. disarankan aparat penegak hukum agar memberi himbauan kepada masyarakat untuk memperkuat sistem keamanan di rumah dengan menggunakan kunci ganda dan selalu pastikan meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci.



Abstract

The crime of theft with aggravation, as regulated in Article 363 paragraph 1 Sub 5 of the Criminal Code (KUHP). This article is a form of crime that involves the unlawful taking of another person's property by entering a place that is locked or prohibited to enter by damaging the property. The crime of theft with aggravation can also be called qualified theft, which is theft in the main form that fulfills the elements of theft in Article 362 of the Criminal Code, added with one core part which is the basis for the aggravation of punishment. Article 363 of the Criminal Code carries a maximum penalty of seven years imprisonment. Although the crime of theft with aggravation has been prohibited, but in the jurisdiction of Takengon District Court there is still theft with aggravation. The writing of this thesis aims to explain the factors causing the crime of theft with aggravation, the judge's consideration of the perpetrators of theft with aggravation, and efforts to overcome the occurrence of the crime of theft with aggravation. This research is an empirical juridical research with literature and field research methods. In the literature research stage, it is carried out by examining textbooks, as well as laws and regulations. While in the field research stage is done by interviewing respondents. The results showed that the factors causing theft with aggravation are internal factors that exist in the perpetrators and external factors which include economic factors, environmental factors, opportunities and weak law enforcement factors. The judge in considering his decision still adheres to the guidelines in deciding criminal cases with the strength of the judge's conviction based on the facts in the trial. Efforts to overcome the crime of theft with aggravation include two things, namely efforts taken through legal channels, namely, Penal Efforts and efforts that are not legal in nature, namely, Non-Penal Efforts. The community and the government are obliged to work together in making prevention efforts. It is suggested that overcoming the factors that cause crime requires a comprehensive approach. It is suggested to Takengon District Court judges in considering a decision in addition to following applicable guidelines can also consider the effectiveness of law enforcement. It is suggested that law enforcement officials should give an appeal to the community to strengthen the security system at home by using double locks and always make sure to leave the house locked.



    SERVICES DESK