Belimbing wuluh (4verrhoa bilimbi.l) merupakan salahsatu produk holtikultura yang digunakan sebagai pelengkap masakan yang dikenal dengan asam sunti, sehingga diperlukan penanganan pasca pancn yang memadai agar daya simpan dapat ditingkatkan dan mutunya dapat dipertahankan. pada umumnya masyarakat aceh mengolah asam sunti dengan cara tradisional yaitu menjemur dibawah matahari. pengeringan ini mempunyai kendala yaitu temperatur dan suhu berfluktua tif, pengeringannya berlangsung lambat, mudah terkontaminasi dengan debu, tergantung cuaca serta membutuhkan lahan luas. teknologi yang tepat dapat berupa pcngcringan buatan yang dapat menutupi keterbatasan earn pcngcringan tradisional sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi asam sunti, serta menghemat waktu dan tenaga. maka dipilih alternative yaitu pengeringan menggunakan erk terhadap pengeringan belimbing wuluh. tujuan pene litian ini adalah untuk mengetahui kinerja alat pangcring erk untuk pengeringan belimbing wuluh, seperti temperatur, kelembaban relatif, penurunan kadar air terhadap lama waktu pengeringan, kecepatan udara, densitas curah, kapasitas pengeringan dan uji warna. penelitian ini dilakukan di laboratorium pasca panen, pertanian, jurusan teknik pertanian pada maret 2009 sampai dengan selesai. dari hasil penelitian maka diperoleh distribusi temperatur tertinggi sic, kelembaban relatif terendah 32,4%, penurunan kadar air terendah 4,5%, iradiasi tertinggi 1099,29 w/m' dan rerata iradiasi tertinggi 553,19 wm', kecepatan udara tertinggi 2,8 m/s, densitas curah 0,85 gr/cm° sebelum pengeringan dan 0,80 cm' sesudah pengeringan, kapasitas alat 1,55 kg/jam selama 27 jam (3 hari) dengan temperatur tertinggi didalam erk 42'c, hasil proses pengeringan dengan menggunakan alat pengering erk menghasilkan asam sunti yang lebih bersih, kapasitas alat pengeringannya 6x lebih besar dibandingkan dengan secara alami nilai kromatik yang diperoleh dari bclimbing setelah pengeringan pada rak i sampel i,7 dan 8 menuju kearah merah, sampel 2 menuju kearah kuning. pada rak ii berturut- turut yaitu sampel 3, 4, 9 dan 10 menuju kearah biru. sedangkan pada rak ill yaitu sampel 5 menuju kearah kuning, sampel 6 dan sampel 12 menuju kearah biru, sampel ii menuju kcarah kuning. dilingkungan yaitu sampel 13, 14, 16 menuju warna biru dan sampel i5 menuju warna kuning. nilai kromatik a bclimbing hijau memiliki nilai ncgatif (kearah hijau), setelah proses pengeringan nilai kromatik a menuju kearah positif (warna merah). nilai kromatik b pada belimbing hijau memiliki nilai positif (warna kuning), setelah proses pengeringan nilai kromatik b tetap bernilai positif (warna kuning) tidak terjadi perubahan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI KINERJA ALAT PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) PADA PENGERINGAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2009
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) TERHADAP INTERAKSI STREPTOCOCCUS SANGUINIS DAN STREPTOCOCCUS MUTANS SECARA IN VITRO (Iga Kumala Sari, 2016)
Abstract
Baca Juga : KARAKTERISTIK SEDIAAN BUBUK DAUN DAN SPRAY EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L) SEBAGAI PEMBERSIH WAJAH (Fitria Helmi, 2018)