Propinsi nanggroe aceh darussalam memiliki peninggalan sejarah yang cukup luas dari berbagai daerah. setiap daerahnya memiliki ciri khas tersendiri, berbagai ciri khas tersebut dikumpulkan menjadi satu wadah yang dapat menampung semua peninggalan sejarah yang ada di aceh. banyak dari masyarakat aceh dan pemerintahan provinsi nanggroe aceh darussalam kurang minat untuk berpartsipasi melestarikan budayanya dan tidak memperdulikan peninggalan sejarah daerahnya sendiri, walaupun sudah banyak hal yang dilakukan dalam usaha konservasi heritage di banda aceh, banyak aset-aset bersejarah yang muncul sebagai museum mati dan kurang memiliki arti bagi kehidupan sehari-hari di dalam kota. agar perjalanan sejarah dan peninggalan bersejarah tidak hilang begitu saja oleh kemajuan dan pertumbuhan kota maka perjalanan peninggalan sejarah aceh diabadikan dalam suatu tempat (museum) yang baik, agar generasi yang ada sekarang dan generasi mendatang dapat mengetahui asal usul dan perkembangan kotanya. dengan mengetahui sejarahnya, maka diharapkan generasi sekarang dan yang akan datang dapat lebih mengetahui identitasnya. tujuan utama dari suatu perancangan adalah merancang sebuah museum untuk menghasilkan lingkungan yang nyaman dan sesuai dengan iklim yang ada di aceh yaitu beriklim tropis. kenyamanan itu dapat dicapai dengan cara natural (alami) rnaupun artificial (buatan), masing masing mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri - sendiri
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MUSEUM SEJARAH ACEH (TEMA : ARSITEKTUR TROPIS). Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : PERANCANGAN MUSEUM KESULTHANAN ACEH DI BANDA ACEH (Almaulika, 2025)
Abstract
Baca Juga : PERANCANGAN MUSEUM KOPI ACEH DI BANDA ACEH (MUAZZAH SHAVIRA YUSUF, 2020)