Ikan betok (anabas testudineus) atau dikenal dengan nama climbing perch adalah ikan air tawar. ikan ini memiliki rasa daging yang gurih sehingga digemari oleh masyarakat. namun dalam pengembangannya para pembudidaya mengalami beberapa kendala seperti terbatasnya jumlah benih, baik dalam kualitas maupun kuantitasnya. salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu melalui teknik penyimpanan non-beku atau preservasi embrio. preservasi basah dengan menggunakan larutan bahan kimia yang kemudian disimpan pada suhu 0- 4ºc. teknik ini dapat digunakan untuk penyimpanan singkat, pada transportasi gamet jarak pendek antar lokasi berbeda. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis larutan media penyimpanan embrio terbaik untuk daya tetas telur dan kelangsungan kehidupan larva ikan betok. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu larutan glucose-base, ringer, nacl fisiologis, urea dan sukrosa pada suhu inkubasi 4ºc. embrio di preservasi menggunakan perlakuan media larutan pada suhu 4ºc selama 6 jam, dimana lebih dari 6 jam penyimpanan yaitu 12 dan 24 jam telur tidak berhasil menetas. berdasarkan hasil hasil uji anova media penyimpanan embrio mempengaruhi nilai daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva ikan betok, dimana hasil terbaik diperoleh pada embrio yang disimpan dalam larutan glucose-base dengan nilai daya tetas telur 68.00% dan kelangsungan hidup 80.74%. dapat disimpulkan bahwa larutan glucose-base merupakan jenis larutan media penyimpanan embrio terbaik pada ikan betok. kata kunci: anabas testudineus, embrio, daya tetas, glucose-base.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENYIMPANAN EMBRIO FASE GASTRULA IKAN BETOK (ANABAS TESTUDINEUS) MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS MEDIA. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2024
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK BATANG NANAS (ANANAS COMUSUS) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN DAYA CERNA IKAN BETOK ( ANABAS TESTUDINEUS ) (Masniar, 2016)
Abstract
Betok fish (Anabas testudineus) or known as Climbing perch is a freshwater fish. This fish has a savory meat taste that is popular with the public. However, in its development, the cultivators experienced several obstacles such as the limited number of seeds, both in quality and quantity. One way that can be done is through non-freezing storage techniques or embryo preservation. Wet preservation by using a chemical solution which is then stored at a temperature of 0-4 ° C. This technique can be used for short storage, on the transport of gametes over short distances between different locations. This study aims to determine the best type of embryo storage media solution for egg hatching and survival of betok fish larvae. This study used a complete randomized design (RAL) with 5 treatments and 4 replications, namely glucose-base solution, Ringer, physiological NaCL, Urea and sucrose at an incubation temperature of 4ºC. The embryos were preserved using a solution media treatment at a temperature of 4°C for 6 hours, where more than 6 hours of storage, namely 12 and 24 hours, the eggs did not hatch. Based on the results of ANOVA test embryo storage media affect the value of egg hatchability and survival of betok fish larvae, where the best results were obtained in embryos stored in Glucose-base solution with the value of egg hatchability 68.00% and survival 80.74%. It can be concluded that glucose-base solution is the best type of embryo storage media solution in betok fish. Keywords: Anabas testudineus, embryo, hatching rate, glucose-base.
Baca Juga : PENGEMBANGAN METODE KRIOPRESERVASI SPERMA IKAN BETOK ANABAS TESTUDINEUS (Siti Maulida, 2024)