Penyu belimbing (dermochelys coriacea) adalah salah satu dari tujuh spesies penyu di dunia. sebagai salah satu habitat penyu belimbing, studi terkait penyu belimbing di sumatera khususnya aceh jaya perlu dilakukan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman genetik dan pola konektivitas penyu belimbing (dermochelys coriacea) dari aceh jaya menggunakan penanda genetik mitokondria. sampel penyu belimbing (dermochelys coriacea) dikumpulkan dari daerah peneluran penyu belimbing di panga (aceh jaya). jaringan penyu belimbing yang diambil dari bagian flipper. ekstraksi dna dilakukan dengan metode cetyltrimethyl ammonium bromide (ctab) yang telah dimodifikasi. amplifikasi dengan menggunakan teknik polymerase chain reaction (pcr) dengan menggunakan sepasang primer forward dan reverse dari gen lcm15382 (5'gcttaaccctaaagcattgg-3') (forward) dan h950 (5'gtctcggatttaggggtttg-3') (reverse). penelitian ini berhasil mengamplifikasi 3 sampel menggunakan control region dengan panjang pita dna 760 bp (base pair). data yang dihasilkan juga dibandingkan dengan 19 data sekuen dari genbank dan bold system. haplotip yang ditemukan menunjukkan bahwa pola konektivitas penyu belimbing (dermochelys coriacea) menunjukan bahwa haplotip saling terkoneksi pada haplotip 9 yang merupakan leluhur dari semua haplotip. populasi di aceh jaya dan mexico memiliki keragaman genetik yang tinggi dibandingkan dengan australia dan gabon, namun perbedaan genetik antar populasi di aceh jaya dan mexico signifikan dan populasi di aceh jaya dengan australia dan gabon sangat signifikan. populasi penyu belimbing (dermochelys coriacea) di aceh jaya memiliki keragaman genetik yang tinggi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KERAGAMAN GENETIK PENYU BELIMBING, DERMOCHELYS CORIACEA (VANDELLI, 1766) DI ACEH JAYA. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1),2024
Baca Juga : PENGARUH NAUNGAN TERHADAP PENETASAN TELUR PENYU DI PANTAI LAMREH, ACEH BESAR (Mushlihur Rusydi Fhunki, 2018)
Abstract
Leatherback turtle (Dermochelys coriacea) is one of the seven species of turtles in the world. As one of the leatherback turtle habitats, studies related to leatherback turtles in Sumatra, especially Aceh Jaya, need to be carried out. This study aims to analyze the genetic diversity and connectivity patterns of leatherback turtles (Dermochelys coriacea) from Aceh Jaya using mitochondrial genetic markers. Leatherback turtle (Dermochelys coriacea) samples were collected from leatherback turtle nesting areas in Panga (Aceh Jaya). Leatherback turtle tissues were taken from the flipper. DNA extraction was performed using a modified Cetyltrimethyl Ammonium Bromide (CTAB) method. Amplification using the Polymerase Chain Reaction (PCR) technique using a pair of forward and reverse primers from the LCM15382 gene (5'GCTTAACCCTAAAGCATTGG-3') (forward) and H950g (5'GTCTCGGATTTAGGGGTTTG-3') (reverse). This study successfully amplified 3 samples using the control region with a DNA band length of 760 bp (base pair). The resulting data were compared with 19 sequence data from Genbank and Bold System. The haplotypes found show that the connectivity pattern of leatherback turtles (Dermochelys coriacea) is connected to haplotype 9, which is the ancestor of all haplotypes. Populations in Aceh Jaya and Mexico have high genetic diversity compared to Australia and Gabon, but genetic differences between populations in Aceh Jaya and Mexico are significant, and populations in Aceh Jaya with Australia and Gabon are very significant. The leatherback turtle (Dermochelys coriacea) population in Aceh Jaya has high genetic diversity.
Baca Juga : PENGELOLAAN KONSERVASI DI KAWASAN KONSERVASI PENYU AROEN MEUBANJA DI KABUPATEN ACEH JAYA (DHANIRA SYAFINA, 2024)