Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nellyati, KAJIAN PENGERINGAN JAGUNG (ZEA MAYS) UNTUK BENIH DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERIN TIPE PENUKAR KALOR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007

Dalam usaha budidaya tanaman pangan dan tanaman perdagangan kegiatan penanaganan tanaman penting sekali untuk diperhatikan mulai tahap penyiapan benih. beberapa penanganan yang sangat diperlukan misalnya. pengeringan penyortiran dan penyimpanan hasil agar tidak rusak mutunya. untuk pengeringan bahan pangan terdapat berbagai tipe pengering yang digunakan. pada umumnya pemilihan tipe pengering ditentukan oleh jenis komodoti yang akan dikeringkan, bentuk akhir produk yang dikehendaki, faktor ekonomi dan kondisi operasinya. dalam penelitian ini alat pengering yang digunakan merupakan alat pengering tipe penukar kalor, dibeberapa daerah jagung merupakan makanan pokok mengingat tidak semua daerah ditanami padi. oleh karena itu penanganan pasca panen menadi penting artinya agar jagung tidak menjadi rusak dan hilang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur pengeringan dengan menggunakan alat pengering tipe penukar kalor terhadap benih dalam bentuk jagung tongkol berkelobot, jagung tongkol tanpa kelobot dan jagung pipil analisis penelitian yaitu penurunan kadar air dan potensi tumbuh. alat- alat yang dpakai dalam penelitian ini adalah alat pengering tipe penukar kalor, termometer digital, stop wacth, kompor, alat ukur kadar air metode oven. sedangkan bahan -bahan yabg digunakan adalah jagung hibrida c7, kertas merang, karet ikat, cawan petri, plastik, pinset, germinator dan aquades. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial dengan dua faktor yang diuji, yaitu bentuk jagung (a) terdiri dari tiga bentuk yaitu : tongkol berkelobot (a'), tanpa kelobot (2). dan pipil (a3). suhu pengeringan (t) terdiri empat taraf yaitu: 38€, 40'c, 42"c, dan 45c. terdapat 12 kombinasi perlakuan 2 kali ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. hasil pengamatan menunjukkan penurunan kadar air yang terendah yaitu 11.86% dalam bentuk jagung tongkol berkelobot. penurunan kadar air yang terbaik pada pengeringan dengan suhu 45"c kadar air yang diperoleh sebesar 12%. dari tiga variasi bentuk jagung (tongkol berkelobot, tanpa kelobot dan pipil) pengeringan dalam bentuk pipil dianggap paling baik. hal ini karena selain waktu yang diperoleh singkat untuk mencapai kadar air 12% juga mempunyai potensi tumbuh 100% pada variasi suhu@40"c, 42c dan 45c).suhu pengeringan dari empat variasi suhu (38"c, 40"c, 42"c dan 45"€) mempengaruhi potensi tumbuh juga penurunan kadar air dan suhu 40'c mempunyai potensi tumbuh yang baik.



Abstract



    SERVICES DESK