Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Intan Zakiyah, ANALISIS TEKNO EKONOMI TERHADAP MESIN PEMARUT SERBAGUNA DENGAN BAHAN UBI KAYU (MANNIHOT ESCULENTA). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2013

Ubi kayu merupakan komoditi pertanian yang mudah rusak. oleh karena itu ubi kayu segar perlu segera diolah menjadi produk setengah jadi dan diolah menjadi bahan makanan lain, seperti ancka kue, kerupuk, opak, dan lain-lain. semua bahan makanan tersebut memerlukan proses pemarutan, untuk itu diciptakan mesin pemarut serbaguna yang dapat memarut dan memproduksi parutan ubi kayu maupun bahan pangan lain dalam jumlah yang banyak sehingga dapat dijadikan industri rumah tangga yang pada akhirnya dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan teknis dan ekonomi pada mesin pemarut serbaguna, analisis teknis, terdiri atas: kapasitas kerja, efesiensi alat, dan rendemen, dan analisis ekonomi, terdiri atas: biaya tetap, biaya tidak tetap, biaya pokok pemarutan, break event point, b/c ratio, dan payback priod, serta untuk menentukan besarnya nilai sewa alat pemarut serbaguna per satuan waktu, maupun per satuan produksi. penelitian ini melalui 2 percobaan, dengan berat bahan 3 kg dan 30 kg. prosedur penelitian meliputi tahapan-tahapan scbagai berikut: persiapan ubi kayu segar dari pasar , dibersihkan dari kotoran yang menempel, lalu dikupas dari kulitnya , dicuci yang bersih, kemudian ditimbang, dan dibelah agak tipis. pada percobaan ini, ubi kayu yang sudah disiapkan, diparut menggunakan alat pemarut serbaguna. analisis data, metode analisis data yang dilakukan sebagai berikut : analisis teknis dan analisis ekonomi. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada mesin pemarut serbaguna, maka diperoleh hasil analisis teknis, ekonomi dan harga sewa mesin pemarut. analisis teknis untuk berat bahan 3 kg diperoleh nilai kapasitas kerja rata-rata sebesar 42,26 kg/jam, dan untuk berat bahan 30 kg diperoleh kapasitas rata-rata 45,24 kg/jam. efisiensi mesin pemarut untuk berat bahan 3 kg sebesar 81 %, sedangkan untuk berat bahan 30 kg diperoleh nilai sebesar 86,33 %, dan rendemen untuk berat bahan 3 kg dipcroleh nilai scbesar 94,66 %, sedangkan untuk berat bahan 30 kg diperoleh nilai sebesar 98,4 %. pada analisis ekonomi, yang diperhitungkan biaya tetap (fixed cost), dengan total biaya sebesar rp 498.333/thn, biaya tidak tetap (variabel cost), dengan total biaya scbesar rp 6.092/jam, biaya total penggunaan mesin/biaya pokok per satuan waktu yaitu sebesar rp 6.550/jam dan biaya pokok per satuan produksi untuk berat bahan 3 kg yaitu sebesar rp 144/kg, dan untuk berat bahan 30 kg diperoleh nilai scbesar rp 134,6/kg, break even point untuk berat bahan 3 kg yaitu sebesar rp 1,175.000/thn, sedangkan untuk berat bahan 30 kg diperoleh nilai rp 1.079.500/thn. b/c ratio diperoleh hasil sebesar 1,374 dan 1,736, karena nilai b/c lebih besa r dari i maka alat ini layak untuk diusahakan.


Baca Juga : PERANCANGAN MESIN PARUT UBI (Rahmad Hidayat, 2018)


Abstract

Baca Juga : DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN UKIR KAYU SEDERHANA (NASRIZAL, 2019)



    SERVICES DESK