Proses pembuatan biji kopi menjadi bubuk kopi dilakukan dengan menggunakan mesin penggilingan. penggilingan ini termasuk kedalam pengecilan ukuran dengan tujuan mengupayakan suatu bahan memenuhi spesifikasi tertentu. pada pengecilan ukuran, bisa dibedakan antara pengecilan ukuran yang ekstrim (penggilingan) dengan pengecilan ukuran yang produknya relatif berdimensi besar (pemotongan), sifat fisik adalah perubahan yang dialami suatu bahan tanpa membentuk zat bar. sifat fisik pada bubuk kopi ini terjadi ketika dilakukan penggilingan biji kopi menjadi bubuk kopi. adapun sifat fisik dari produk pertanian adalah berat, volume, warna, tekstur dan kadar air. pencampuran bubuk kopi dengan penambahan jagung dan beras adalah untuk melihat warna, aroma, dan cita rasa pada bubuk kopi tersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik bubuk kopi arabika dari hasil penggilingan menggunakan dua tipe mesin penggiling yaitu penggiling tipe hummer mill, dan tipe disc mill. adapun metodologi penelitian yaitu pengumpulan data meliputi penyangraian, penimbangan dan pencampuran kopi dengan jagung dan beras, penggilingan, kemudian analisa data meliputi kadar air, rendemen, derajat kehalusan, bulk density , porositas, angle of repose dan organoleptik. berdasarkan hasil penelitian, rendemen tertinggi terdapat pada mesin penggiling disc mill dengan total rendemen rata-rata sebesar 98,66%, pada mesin hummer mill rendemen yang terjadi lebih rendah dengan rata-rata rendemen sebesar 98,33%. pada proses pengayakan bubuk kopi derajat kehalusan bubuk kopi yang lebih halus diperoleh pada mesin penggiling disc mill dengan rata-rata pada setiap pengulangannya 4,27 bila dibandingkan dengan bubuk kopi yang digiling dengan mesin hummer mill rata-rata pada setia p pengulangannya 4,35, sedangkan yang paling tinggi diperoleh pada proses penggilingan menggunakan mesin bulk density di sc mill dengan rata-rata pada setiap pengulangannya 025 gr/cm pada mesin hummer mill rata-rata pada setiap pengulangannya 0,23 gr/cm'. angle of repose lebih rendah rata-rata setiap pengulangannya 36,35" sedangkan pada mesin hummer bubuk kopi yang menggunakan mesin penggiling disc mill mill rata-rata setiap pengulanganya 36,63". dari hasil uji organoleptik yang telah dilakukan pada mutu bubuk kopi yang digiling dengan mesin penggiling disc mill hummer mill untuk bubuk kopi dicampur dengan beras ketan pada mutu warna panelis banyak memilih agak kehitaman, pada bubuk kopi yang dicampur dengan jagung panelis banyak memilih warna hitam kecoklatan dan pada bubuk kopi tanpa campuran panelis banyak memilih warna hitam. pada aroma dari hasil uji organoleptik yang telah dilakukan mutu bubuk kopi yang digling dengan mesin disc mill dan mesin hummer mill yang dicampur dengan beras ketan, jagung dan tanpa campuran panulis lebih dominan memilih aroma khas dari kopi .
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SIFAT FISIK BUBUK KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) HASIL PENGGILINGAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK DAUN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) GAYO TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS ISOLAT PLAKRNANAK S-ECC (FRITA MAIZA SABRINA, 2025)
Abstract
Baca Juga : APLIKASI TEKNOLOGI HIDUNG ELEKTRONIK(ELECTRONIC NOSE) UNTUK PREDIKSI CEPAT KADAR ASAM KLOROGENAT PADA BIJI KOPI HIJAU (Alya Maina, 2018)