Ikan cakalang merupakan salah satu hasil laut yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. ikan cakalang dengan kualitas yang baik membutuhkan penanganan khusus yaitu dengan metode pembekuan ikan. pembekuan ikan cakalang bertujuan untuk mempertahankan mutu dan kesegaran ikan dalam jangka waktu yang panjang. pada proses pembekuan ikan cakalang tidak lepas dari penerapan sanitation standard operating procedures (ssop). pada penerapan ssop terdapat hal penting yang harus dimiliki oleh industi pangan yaitu sanitasi. ssop merupakan prosedur-prosedur standar penerapan prinsip pengolahan lingkungan yang dilakukan melalui kegiatan sanitasi dan hygiene. prosedur ssop berdasarkan menteri peraturanperindustrian republik indonesia nomor 75/m-ind/per/2010 yang dapat digunakan oleh pelaku bisnis pangan sebagai acuan. penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi sanitasi dan higienitas pada proses pembekuan ikan cakalang beku di cv. novira abadi menurut peraturan menteri perindustian republik indonesia nomor 75/mind/per/2010. penelitian dilaksanakan pada bulan juni – juli 2024 di cv. novira abadi. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei, dimana data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, dan wawancara dengan quality control. analisis data yang digunakan adalah analisis kesenjangan. hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor penerapan ssop keseluruhan 69,67%, dari 8 aspek terdapat 4 aspek ssop dengan nilai penerapan tertinggi salah satunya adalah pencegahan adulterasi sebesar 83,64% dan 4 aspek dengan nilai penerapan terendah salah satunya adalah aspek pengendalian kesehatan karyawan dan aspek kebersihan permukaan yang kontak dengan makanan masing masing sebesar 53,33% dan 47,5%. penilaian kesenjangan ssop berdasarkan kelompok yaitu terdapat 24 parameter yang belum sesuai dengan penerapan ssop
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KONDISI SANITASI DAN HIGIENITAS PADA PROSES PEMBEKUAN IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) DI CV. NOVIRA ABADI. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2024
Baca Juga : STATUS PENGELOLAAN SUMBERDAYA IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP PUKAT CINCIN BERDASARKAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI PPN SIBOLGA (RAHAYU GEA, 2022)
Abstract
Skipjack tuna is one of the seafood products frequently consumed by the public. Highquality skipjack tuna requires special handling, particularly through the method of freezing the fish. The purpose of freezing skipjack tuna is to maintain its quality and freshness over a long period. The process of freezing skipjack tuna involves the implementation of Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). An essential aspect that food industries must possess in SSOP implementation is sanitation. SSOP consists of standard procedures for applying environmental processing principles through sanitation and hygiene activities. SSOP procedures are based on the Regulation of the Minister of Industry of the Republic of Indonesia Number 75/MIND/PER/2010, which can be used as a reference by food business operators. This study aims to evaluate the sanitation and hygiene conditions in the frozen skipjack tuna freezing process at CV. Novira Abadi, according to the Regulation of the Minister of Industry of the Republic of Indonesia Number 75/M-IND/PER/2010. The research was conducted from June to July 2024 at CV. Novira Abadi. The research method used is a descriptive method with a survey technique, where data was collected through direct observation and interviews with quality control personnel. The data analysis used was gap analysis. The research results showed an average SSOP implementation score of 69,67%. Out of 8 aspects, 4 SSOP aspects had the highest implementation scores, one of which was adulteration prevention at 83.64%, while 4 aspects had the lowest implementation scores, including employee health control and cleanliness of foodcontact surfaces, each scoring 53.3% and 47,5%. The SSOP gap analysis showed that 24 parameters did not meet the SSOP implementation requirements